MENJADI janda atau duda adalah status yang pada saatnya nanti akan disandang seseorang. Bisa karena kematian, bisa pula karena perceraian. Tetapi ketika yang menjadi duda adalah Kang Dedi Mulyadi mantan Bupati Purwakarta dan kini anggota DPR, cukup mengejutkan. Masak iya sih? Dalam tayangan Youtub KDM Chanel kan selalu nampak ceria, bahkan sering pula mengajak balitanya. Ke mana-mana bagi-bagi duit segepok ratusan merah? Orang kaya ternyata punya masalah juga ya?
Orang kaya tetap saja punya masalah, tapi bukan sekedar soal keuangan tentunya. Seperti Kang Dedi ini, tiba-tiba diberitakan digugat cerai oleh istrinya, Anne Ratna Mustika yang kini juga Bupati Purwakarta menggantikan suaminya. Lalu apa gerangan penyebab perceraian itu? Masalah ekonomi, jelas bukan. Masalah politik, kan sama-sama orang Golkar. Lalu apa? Wah misterius pokoknya!
Sebab baik Kang Dedi maupun Bu Bupati belum mau menjelaskan secara gamblang. Ketika didesak pers, Anne hanya mengatakan, “Mengacu pada hak-hak saya sebagai istri sesuai syariat Islam. Saya kan orang Islam. Dan semua alasanya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan syariaat Islam.”
Ini kan jawaban mengambang yang masih diliputi teka-teki. Kalau TTS di koran dan masajalah sih masih ada hadiahnya, lha kalau ini? Mau tanya langsung pada Bu Bupati, percuma! Namanya juga teka-teki, kan keputusan dewan juri tak bisa digugat.
Namun jika merujuk Peraturan Pemerintah No 9 Tahun 1975, pada pasal 19, disebutkan ada 6 alasan yang dapat memperlancar sebuah gugatan cerai. Yakni: 1. Suami istri terus berselisih dan tidak ada harapan untuk rukun kembali. 2. Salah satu pihak berbuat zina. 3. Salah satu pihak dihukum penjara selama 5 tahun. 4. Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama lebih dari 2 tahun. 5. Salah satu pihak melakukan KDRT. 6. Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit.
Nah, kira-kira yang mana yang membelit rumahtangga Kang Dedi – Bu Bupati ini? Jangan-jangan Bu Bupati hanya memberikan alasan itu secara samar, karena menyangkut hal yang memalukan. Yang jelas, ketika suami istri ini bercerai, anak-anak mereka sebagai hasil kerjasama nirlaba, akan menjadi korban.
Masalah anak, biasanya yang menyebabkan ora luluh dari niatan semula untuk bercarai. Apakah Anne tidak kasihan nantinya anak-anak bakal kehilangan figur ayah bila nanti putusan talak telah jatuh? Atau dia optimis nantinya ada ayah pengganti? Belum tentu! Janda secantik Bu Bupati memang banyak peminat. Tapi orang yang berani mendekati paling tidak kan bupati duda, kalau ada ya gubernur duda. Kalau camat duda, mana berani mendekatinya.
Bisa juga kenangan masa lalu, susahnya ketika untuk ketemu jodoh. Jika merujuk masa perjuangan untuk bisa menjadi suami membentuk keluarga bahagia, banyak pahit getirnya. Kang Dedi yang kala itu seorang duda beranak satu, naksir ponakan Bupati Purwakarta yang sesama anggota DPRD sebagaimana Kang Dedi.
Bupati Purwakarta waktu itu, tak suka pada Dedi anggota dewan yang demen mengritik dirinya secara keras dan tanpa tedeng aling-aling. Kok sekarang malah memacari ponakannnya. Tak usyah ye…..; begitu kira-kira penolakan pak Bupati. Jika di dewan DPRD bisa menolak RAPBD yang diajukan Bupati, di luar kedewanan Pak Bupati bisa menolak Dedi jadi calon mantu.
Sidang gugatan cerai yang diajukan sejak September 2022 lalu hingga kini belum menemukan kata putus meski sudah beberapa kali disidangkan. Kang Dedi pun sepertinya tak memikirkan gugatan istrinya. Dia tak pernah menghadiri sidang di PA Purwakarta. Di luar kesibukannya di DPR Senayan, Kang Dedi bersama KDM Chanelnya terus produktif bikin konten baru.
Dia tanpa lelah lewat konten-kontennya membantu masyarakat miskin. Hampir disetiap tayangannya ada adegan bagi-bagi uang ratusaan merah. Uang itu dari Adsense Youtube. Kang Dedi tak mengambil uang itu karena katanya gajinya sebagai aanggota dewan lebih dari cukup.
Semoga saja mediasi Kang Dedi – Bu Bupati berhasil, artinya pasangan suami istri ini kembali berbaikan tidak perlu bercerai. Hadits Nabi mengatakan, cerai adalah perbuatan halal yag dibenci Allah Swt. Maka sungguh kasihan jika benar-benar bercerai, publik sudah banyak yang menghakimi Bu Bupati. “Mbok ingat, bisa menang Pilkada kan karena pengaruh suaminya. Jika bukan istri bekas Bupati Dedi Mulyadi, mana bisa menang.” Begitu suara warga net. (Cantrik Metaram)





