Kaos Setitik Harapan untuk Palestina Ajak Masyarakat Berdonasi

JAKARTA – PT Artistik Salindia Lima, penerbit lokakarya “Melukis Slide Dengan Hati” di bidang desain slide presentasi Powerpoint & Keynote, mengajak masyarakat untuk membantu Palestina.

Langsung dipimpin oleh The Founder, yaitu Andy Sukma Lubis, Melukis Slide mengadakan sebuah program kampanye bertajuk “Kaos Setitik Harapan untuk Palestina”, dengan menjual kaus berdesain peta Palestina.

Penjualan kaus selama satu pekan masa kampanye itu berbuah donasi sebanyak Rp15.738.000 yang diserahkan melalui Dompet Dhuafa di Gedung Philanthropy, Jakarta Selatan, pada Selasa (23/07/2024).

Penyerahan donasi dilakukan oleh Andy Sukma Lubis yang disambut dan diterima dengan baik oleh Utammi Sri selaku Senior Officer Kemitraan dan Kerjasama Dompet Dhuafa.

Mengenai kondisi Palestina saat ini, Utammi Sri menjelaskan, Dompet Dhuafa dalam melakukan respons kemanusiaan di Palestina melalui tiga skema.

Pertama, penyaluran bantuan melalui pemerintah Indonesia beserta segenap lembaga lainnya. Kedua, pengiriman tim relawan Dompet Dhuafa langsung dari tanah air ke perbatasan di Rafah. Ketiga, yaitu melalui kerjasama kemitraan lokal dengan lembaga kemanusiaan di Palestina.

“Saat ini yang sedang berlangsung adalah respon melalui kemitraan lokal di Palestina. Itikad kita semua dalam membantu perjuangan kemerdekaan saudara kita di Palestina akan terus kami lakukan. Tentu ini perlu dukungan dari semua pihak. Alhamdulillah, kali ini dukungan dari Melukis Slide menambah energi dukungan kita semua untuk Palestina. Semoga dengan ini akan semakin bertambah lagi masyarakat yang tergerak untuk ikut mendukung Palestina,” ujar Tammi.

Membalas tanggapan Tammi, Andy Sukma mengatakan, kebaikan dan kepedulian adalah kumpulan rasa kemanusiaan dari para donatur serta segenap tim Melukis Slide. Ia mengaku teringat dengan perkataan salah satu gurunya, yaitu “Hidup di dunia hanya sekali. Maka jadikan hasil karyamu dari ilmu yang Allah titipkan kepadamu menjadi sebuah jalan yang melahirkan sebuah legacy. Ilmu itu suatu saat akan dipertanggungjawabkan. Maka, ketika masih hidup, apa yang bisa kamu berikan kepada orang lain”.

Hal lain yang selalu ia ingat adalah perkataan seorang motivator Jamil Azzaini. Bahwa makna kalimat terima kasih itu adalah apa yang pernah diterima, diberikan kembali kepada orang lain. Dalam hal ini, Andy dan tim mengakui mendapatkan titipan ilmu dari Allah berupa keahlian mendesain. Maka itu, ia kemudian menyalurkan ilmu-ilmu itu agar bermanfaat bagi orang lain.

“Alhamdulillah, kami dititipkan ilmu dari Allah berupa ilmu desain, maka kami manfaatkan itu untuk mendesain kaus. Sementara itu, Palestina saat ini sangat membutuhkan bantuan kita. Maka dengan goresan di atas lembar slide, yang itu adalah keahlian kami ini, kami buat kaus untuk sebuah program donasi. Hari ini kami menyerahkan donasi dari para donatur yang ikut dalam program Kaos Setitik Harapan untuk Palestina. Semoga ini menjadi kebaikan dan keberkahan bagi para donatur dan semua yang terlibat yang dicatat di sisi Allah,” jelasnya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here