
BENGKULU – Seorang nelayan bernama IJ (51) dari Desa Masria Baru, Kabupaten Kaur, Bengkulu, berhasil ditemukan oleh rekan nelayan lainnya setelah berenang selama 15 jam hingga mencapai pantai. Keberhasilan ini terjadi setelah kapal yang ia tumpangi terbakar. Namun rekannya masih belum ditemukan.
Pihak Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) Bengkulu mengonfirmasi bahwa IJ (51), telah dievakuasi dan ditemukan di sekitar perairan Pantai Sekunyit Kabupaten Kaur, setelah menghabiskan waktu berenang dengan menggunakan pelampung hingga akhirnya mendekati daratan.
“Tim SAR Gabungan mendapatkan informasi bahwa korban berhasil ditemukan oleh nelayan yang tergabung dalam unsur SAR, di pesisir Muara Padang Guci, Kabupaten Kaur,” kata Kepala Kantor Basarnas Bengkulu, Muslikun Sodik, di Kota Bengkulu, Jumat (18/8/2023).
Muslikun menambahkan, saat ditemukan, kondisi IJ lemas akibat bertahan di laut selama 15 jam dan korban telah diserahkan ke pihak keluarga di Desa Masria.
Sebelumnya, Basarnas Bengkulu mendapatkan laporan mengenai terjadinya insiden kecelakaan kapal di Pantai Sekunyit, Kabupaten Kaur.
Cerita bermula pada Kamis (17/8/2023), ketika korban IJ (51) beserta temannya memulai perjalanan menuju laut untuk mencari ikan dan udang.
Namun, pada Jumat (18/8/2023), sekitar pukul 02.00 WIB, masalah muncul saat genset yang digunakan untuk penerangan mereka mengalami arus pendek yang mengakibatkan terbakarnya perahu.
Karena situasi tersebut, IJ mengalami kepanikan dan melompat ke laut dengan menggunakan pelampung, sementara temannya memegang pinggiran perahu dan hingga saat ini belum ditemukan. Mereka berdua terpisah karena arus laut yang kuat pada dini hari.
Dalam upaya pencarian yang dilakukan, Muslikun menjelaskan bahwa tim Rescue dari Unit Siaga SAR Bengkulu Selatan dikerahkan untuk melakukan pencarian dan memberikan pertolongan.
Tim tersebut dilengkapi dengan peralatan seperti perahu karet (LCR), peralatan penyelamatan air, peralatan navigasi, peralatan medis, dan alat pelindung diri bagi para rescuer.
Proses pencarian ini melibatkan Tim Rescue Unit Siaga SAR Bengkulu Selatan bekerja sama dengan TNI AL, Babinsa Koramil, Polres Kaur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaur, Pemerintah Setempat, masyarakat, dan keluarga korban.
Sumber: Antara




