JAKARTA, KBKNEWS.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan masih membutuhkan penanganan intensif.
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan izin khusus bagi 35 pesawat asing untuk mendukung upaya pemadaman dan penanganan dampak bencana tersebut.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa mengatakan, pihaknya telah memproses 35 izin khusus bagi pesawat udara dengan registrasi asing.
“Pemberian izin khusus tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap kebutuhan operasional penanganan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia,” kata Lukman dalam keterangan tertulis, Minggu (23/8/2026).
Pesawat-pesawat tersebut dapat dipindahkan ke wilayah lain yang membutuhkan bantuan penanganan karhutla. Kebijakan ini dibuat agar pengerahan sumber daya udara dapat dilakukan lebih cepat ketika kondisi di lapangan berubah.
Operator pesawat cukup menyampaikan pemberitahuan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara paling lambat 1×24 jam setelah melakukan reposisi.
Kemenhub menyatakan fleksibilitas tersebut tetap harus memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara juga melakukan pengawasan serta sertifikasi terhadap kondisi pesawat, termasuk apabila terdapat modifikasi yang diperlukan untuk operasi pemadaman.
Setelah seluruh persyaratan teknis dan sertifikasi terpenuhi, kegiatan penerbangan menjadi tanggung jawab operator sesuai ketentuan dalam Air Operator Certificate (AOC).
Sementara itu, penentuan lokasi penempatan pesawat disesuaikan dengan kebutuhan penanganan bencana dan hasil koordinasi dengan BNPB, BPBD, pemerintah daerah, serta pihak lain yang menggunakan atau menyewa pesawat.
Selain memberikan izin khusus, Kemenhub memastikan ketersediaan ruang udara untuk mendukung aktivitas pemadaman karhutla. Pengerahan pesawat ke wilayah terdampak akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Pengerahan puluhan pesawat asing ini menunjukkan besarnya kebutuhan dukungan udara dalam menghadapi karhutla yang masih berlangsung di Kalimantan.:::





