
MUTASI virus corona SARS-CoV2 menjadi varian baru jenis B1.351 yang ditemukan di Afrika Selatan sejak tahun lalu memunculkan 4.000 kasus infeksi ulang pandemi Covid-19.
Ketua Komite Penasihat Kementerian Negara untuk Vaksin Barry Schoub dalam webinar seperti dikutip Bloomberg (24/2) melaporkan, virus B1.351 menjadi varian dominan di negara itu dariĀ 1,5 juta kasus paparan Covid-19 yang menyebabkan 50.000 kematian.
Pemerintah Afsel dilaporkan juga akan merilis hasil studi tentang penularan varian B 1.351 yang diharapkan dapat memberikan Ā informasi terkait perilaku varian itu yang dapat menyebabkan infeksi ulang, dan apakah menyebabkan penyakit yang lebih parah.
Untuk Itu, Institut Kesehatan Nasional (NHI) Afsel akan memodifikasi vaksin Moderna buatan AS agar mampu memberikan perlindungan lebih baik untuk melawan varian virus corona B1.351 yang sangat menular.
Vaksin modifikasi perusahaan farmasi AS Moderna, mRNA-1273.351. sejauh ini sudah siap masuk uji klinis tahap awal, untuk menentukan apakah dapat digunakan sebagai suntikan penguat untuk melawan varian baru virus corona.
Sebelumnya, Ā Moderna menemukan, takaran dua dosis penyuntikan vaksin Ā menghasilkan respons kekebalan yang lebih lemah terhadap varian virus B1.351 tersebut.
Meski demikian, disebutkan bahwa antibodi pada pasien yang menerima vaksin tetap di atas tingkat yang diharapkan untuk Ā melindungi penerima vaksin terhadap virus corona penyebab Covid-19.




