Kasus Polio Kembali Ditemukan

Sejumlah kasus polio muncul di Kab. Pidie, Biruen, Aceh dan Purwakarta, Jawa Barat akibat rendahnya capaian vaksinasi, padahal Indonesia sudah dinyatakan bebas polio pada 2015.

KASUS-kasus baru penyakit Polio pada anak kembali ditemukan di Kab. Pidie dan Biruen, Aceh serta Purwakarta, Jawa Barat setelah Indonesia mendapatkan sertifikat bebas polio pada 2015.

Ketua Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan Satari mengungkapkan, tiga anak positip mengidap  polio di Kab. Biruen,  dan Kab. Purwakarta pada awal 2023, sedangkan di Kab. Pidie delapan anak pada 2022.

Jadi jika kasus-kasus polio muncul kembali, menurut Satari, hal itu mengindikasikan, pembasmian volio gagal sehingga di provinsi lain jangan-jangan juga masih ada walau tak terdeteksi.

“Jika semua (institusi terkait) bergerak mencari, mungkin di provinsi lain juga ditemukan , hanya belum dilaporkan oleh karena rendahnya kesadaran, “ ujarnya.

Sementara itu Kemenkes mengungkapkan, pada 2022 terdapat 415 kabupaten  di 30 provinsi yang masuk kriteria berisiko tinggi polio sementara cakupan vaksin polio oral (OPV) pada 2022 turun dari 86,8 persen menjadi 80,2 persen dibandingkan 2021, sedangkan vaksin polio suntikan (IPV)  naik dari 37,3 persen ke 66,2 persen pada 2022.

Polio atau poliomyelitis terjadi akibat virus polio yang menyerang sistem syaraf hingga memicu kelumpuhan permanen. Penularannya dari makanan atau minuman melalui feces, umumnya akibat buruknya sistem sanitasi lingkungan.

Ada tiga tipe atau strain virus polio yakni Strain-1 (Bunhilde), Strain-2 (Lansig) dan Strain-3 Leon, sementara vaksin OPV dibuat denga melemahkan virus polio dengan memberikan kekebalan pada virus polio Strain-1 dan Strain-3.

Sedangkan IPV merupakan vaksin yang dibuat dengan mematikan virus polio dan memberikan kekebalan pada ketiga jenis virus tersebut.

Hindra berharap pemerintah perlu terus mengevaluasi data cakupan vaksin polio di setiap daerah terutama yang di bawah 50 persen karena berpotensi memunculkan kasus baru.

Hal senada disampaikan Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes Prima Yosephine Hutapea yang menyebutkan, kasus polio yang akhir-ahir ini mencuat adalah Strain-2 yang muncul di daerah yang cakupan vaksinasinya terutama IPV di bawah target.

Dengan cakupan vaksinasi 90 persen, menurut Prima, akan tercipta kekebalan tubuh terhadap polio, namun ia berharap, target vaksinasi di tiap daerah bisa mencapai 100 persen.

Ayo kebut terus vaksinasi Polio agar anak-anak yang notabene generasi penerus bangsa, terbebas sepenuhnya dari penyakit yang menyerang sistem syaraf itu. (Kompas, ns)

 

 

 

 

 

Advertisement