Kasus Virus Nipah di India Picu Kewaspadaan Asia, Tailan Aktifkan Protokol Kesehatan

Wabah virus Nipah kembali menjadi perhatian dunia setelah sejumlah kasus terkonfirmasi muncul di Benggala Barat, India. (Foto: istockphoto)

Jakarta, KBKNews.id – Wabah virus Nipah kembali menjadi perhatian dunia setelah sejumlah kasus terkonfirmasi muncul di Benggala Barat, India. Penyakit zoonosis mematikan ini menginfeksi sedikitnya lima tenaga kesehatan. Mereka yakni dua perawat yang menjadi klaster awal, seorang dokter, serta dua staf medis lainnya.

Perkembangan tersebut mendorong negara-negara di kawasan Asia meningkatkan kewaspadaan. Seperti Tailan yang mulai mengaktifkan kembali protokol pengendalian penyakit seperti saat pandemi Covid-19.

Virus Nipah dikenal sebagai penyakit menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah sebagai inang utama. Penularannya dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh, makanan yang terkontaminasi, atau antar-manusia. Infeksi ini menyerang sistem pernapasan dan dapat menyebabkan peradangan akut pada otak (ensefalitis) dengan tingkat kematian yang sangat tinggi.

Tailan Aktifkan Protokol Ala Covid-19

Pemerintah Tailan merespons cepat kabar wabah di India dengan memperkuat sistem penyaringan kesehatan masyarakat dan pintu masuk negara. Perdana Menteri Tailan, Anutin Charnvirakul, menyatakan langkah tersebut mengacu pada pengalaman penanganan pandemi sebelumnya.

“Sistem penyaringan kesehatan masyarakat telah disesuaikan berdasarkan model yang kita gunakan selama wabah Covid-19 di Tailan,” ujar Anutin, Senin (26/1/2026).

Meski belum ditemukan kasus Nipah di Tailan, pemerintah menilai kewaspadaan harus ditingkatkan karena hingga kini belum tersedia obat maupun vaksin khusus untuk virus tersebut. Namun demikian, Anutin menegaskan masyarakat tidak perlu panik berlebihan.

Ia menjelaskan, virus Nipah tidak menyebar melalui udara seperti Covid-19, melainkan lewat kontak cairan tubuh. Karena itu, aktivitas sehari-hari tetap dapat berjalan normal dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih.

“Masyarakat dapat menjalani kehidupan normal seperti biasa dan tetap mematuhi rutinitas kebersihan, seperti mengonsumsi makanan yang baru dimasak, sering mencuci tangan, dan menghindari berjabat tangan,” katanya.

Skrining Ketat di Bandara dan Kesiapan Rumah Sakit

Sebagai langkah antisipasi, Tailan mulai menerapkan skrining kesehatan bagi penumpang yang datang dari Benggala Barat, India. Pemeriksaan dilakukan di Bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang sejak 25 Januari 2026, serta diperluas ke Bandara Internasional Phuket.

Selain pemeriksaan kesehatan, otoritas bandara meningkatkan frekuensi pembersihan dan disinfeksi di area publik serta permukaan yang sering disentuh. Pemerintah Tailan menyebut pelaksanaan skrining berjalan lancar dengan dukungan berbagai pihak, termasuk otoritas imigrasi dan pengelola bandara.

Di sisi layanan kesehatan, Direktur Jenderal Ilmu Kedokteran Tailan, Dr. Nattapong Wongwiwat, mengatakan rumah sakit telah diminta menyiapkan langkah mitigasi jika terjadi lonjakan kasus.

“Kami telah menginstruksikan rumah sakit untuk menyiapkan staf spesialis, bangsal isolasi, obat-obatan, dan persediaan medis lainnya,” ujarnya.

Indonesia Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Perkembangan wabah Nipah di India dan langkah antisipasi Tailan menjadi sinyal penting bagi Indonesia. Para ahli kesehatan menilai pemerintah perlu memperkuat sistem deteksi dini, terutama di pintu masuk internasional.

Epidemiolog dan pengamat kesehatan dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengingatkan bahaya virus Nipah yang memiliki tingkat fatalitas sangat tinggi.

“Tingkat kematian akibat penularan virus Nipah berkisar 40 hingga 70 persen, bahkan pada kondisi terburuk bisa mencapai 75 persen,” ujar Dicky di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Ia menegaskan, ketiadaan obat dan vaksin membuat pencegahan menjadi kunci utama. Penguatan surveilans, edukasi masyarakat, serta kesiapan fasilitas kesehatan dinilai krusial untuk mencegah masuk dan menyebarnya virus mematikan tersebut di Indonesia.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here