MALANG – Mendengat kabar eksekusi mati yang akan dilakukan terhadap 14 narapidana, Kepala Lapas Kelas I Malang, Krismono, mengatakan jika narapidana kasus narkoba di tempatnya merasa ketakutan.
“Para napi menceritakan ketakutannya kepada sipir lapas dalam beberapa kesempatan,” ungkapnya, Kamis (28/7/2016).
Untuk itu Krismono berpendapat jika ketegasan pemerintah menembak mati para gembong narkoba bisa memengaruhi perilaku para napi.
Sehingga nantinya para napi akan berpikir dua kali untuk main-main dengan narkoba di dalam lapas. Menurutnya, dari dua ribu penghuni lapas tersebut, terdapat sekitar 700 narapidana tersangkut kasus narkoba baik pengedar maupun pengguna.
Bahkan modus penyelendupan narkoba di Lapasnya masih kerap terjadi dengan dilakukan berbagai modus.
“Shabu-shabu misalnya, diselipkan dalam buah, nasi, sayur, bahkan pengunjung sengaja membawa bayi yang popoknya disusupi narkoba,” jelas Krismono.
Ia menambhakan modus lainnya yang sering dilakukan yaitu dengan pelemparan melalui tembok lapas. Narkoba direkatkan bola tenis kemudian dilempar ke dalam lapas saat tengah malam.
Temuan terakhir pada Selasa (26/7/2016) lalu saat seorang tahanan kembali ke lapas usai mengikuti persidangan. Arbain (24) terdakwa kasus pencurian kedapatan membawa enam ponsel dan 25 butir yang diduga ekstasi.
“Persidangan tenyata momen bagi para pengedar dengan pecandu untuk bertransaksi secara sembunyi-sembunyi,” ujarnya, seperti dilansir Republika.co.id.




