JAKARTA – Di tengah gemerlap metropolitan Kota Jakarta, ternyata terdapat penyintas yang masih bertahan dari gempuran zaman. Ialah Madi (88) seorang penjual kayu bakar di jantung Kota Jakarta Timur.
Ketika kebanyakan rumah tangga dan industri telah beralih menggunakan bahan bakar fosil, Madi memilih setia dengan pekerjaannya sedari muda.Tetap berjualan kayu bakar dengan cara dipikul.Terik matahari Jakarta yang menyengat sudah bukan hambatan lagi bagi kakek satu cucu itu.
Beruntung di daerah Cipinang Muara 3, Jatinegara, Jakarta Timur masih terdapat pabrik tahu yang membutuhkan kayu bakar Madi. Setiap pikul kayu yang terjual Madi mampu mengantongi Rp 20 ribu dan dalam sehari Madi bisa dua kali mnenjual kayu bakar.
Rasa lelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dari rumahnya di bilangan Banjir Kanal Timur, Cipinang Indah membuat kakek renta itu kerap berhenti untuk istirahat. Seperti foto milik @eka_putri22 yang diviralkan oleh akun instagram Ketimbang Ngemis Jakarta. Dalam foto tersebut Madi terlihat sedang beristirahat duduk bersandar diantara pikulannya.
Dengan penghasilan Rp 40 ribu per hari dikatakan @eka_putri22 Madi tak mampu berbuat banyak.Di Jakarta Madi tinggal bersama istri, tiga anak dan satu menantu dan seorang cucu dengan menyewa 2 kamar kontrakan dengan biaya sewa Rp 800 ribu per bulan.
Kendati sulit hidup membelit Madi namun ia tak pernah lelah menjemput rezeki. Berkat semangatnya Madi menolak mengemis.





