Keberangkatan Noval ke Olimpiade Matematika Internasional Dibiayai Kemenag

Ilustrasi

GRESIK – Nyaris batal mengikuti Olimpiade Matematika Internasional di Singapura, Juli mendatang karena keluarga dan sekolah tidak memiliki dana, siswa MI NU Trate Gresik dipastikan berangkat dengan dibiayai Kementeriaan Agama.

Dia adalah Noval Ilham Arfiansyah yang bersama temannya Tangguh Achmad Fairuzzabady berhak mewakili Indonesia di ajang tersebut setelah mencatat prestasi di Kompetisi Matematika Nalaria Realistik se-Indonesia (KMNR) ke-11 tingkat SD/MI yang digelar oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) di Gedung Widya Wisuda Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Dramaga Bogor, bulan lalu. Tangguh berhasil meraih medali perak, sementara Noval menyabet perunggu.

Sebelumnya, diinformasikan di salah satu media bahwa Noval Ilham Arfiansyah terancam batal ikut Olimpiade Matematika di Singapura. Pasalnya, pihak keluarga maupun jajaran pengurus dan pengajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) NU Trate Putra Gresik, Jawa Timur, tidak punya dana untuk membiayai kepergiaan Noval mengikuti kejuaraan tingkat Internasional tersebut.

“Dana yang dibutuhkan itu mencapai sekitar Rp15 juta, sementara pihak sekolah tidak mempunyai dana sebesar itu. Kalau nanti tidak ada pihak dari luar sekolah yang bersedia membiayai, terpaksa Noval tidak bisa ikut,” kata Kepala Sekolah MI NU Trate Putra Gresik Huda Arifin.

Huda menambahkan, berbeda dengan Noval, Tangguh dapat berangkat karena berasal dari keluarga yang mampu. Tetapi Noval kini tidak berkecil hati karena Kementerian Agama akan memfasilitasinya.

Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan dalam siaran pers nya (Kamis/5/5/2016) menegaskan, “Kemenag sudah menyiapkan anggaran untuk memfasilitasi para siswa berprestasi untuk mengikuti ajang olimpiade internasional,” tegasnya.

Menurut M Nur Kholis, Kementerian Agama selama ini berkomitmen untuk terus memudahkan akses para siswa madrasah dalam meraih prestasi. Pada saat yang sama, Kemenag juga terus meningkatkan kualitas pendidikan madrasah untuk memastikan para siswanya mendapat pendidikan berciri khas Islam yang bermutu.

Peningkatan kualitas pendidikan membuahkan hasil yang memuaskan, karena dalam beberapa tahun terakhir banyak prestasi yang diraih para siswa madrasah. Bahkan, tidak sedikit siswa madrasah yang diterima di beberapa perguruan tinggi ternama, baik di dalam negeri, Jepang, maupun Eropa.

“Diversifikasi madrasah dan pendirian Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia di berbagai daerah menjadi bukti kehadiran Kemenag dalam menyediakan pendidikan berkualitas bagi masyarakat,” kata sosok yang juga tercatat sebagai Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

“Bahkan siswa madrasah yang menjadi pemenang Karya Ilmiah Remaja yang diselenggarakan LIPI juga akan difasilitasi keberangkatannya ke Arizona (Amerika),” tambahnya. (sumber: Antara)

Advertisement