Kebun Sayur Asparagus, Panen Baby Buncis

Setelah 45 hari penanaman, PM program KSA panen pertama baby buncis dengan hasil kurang lebih 7 kg, Kamis (15/3). Foto:DD Jateng

WONOSOBO – Setelah 45 hari penanaman,  Program Kebun Sayur Asparagus (KSA) panen pertama baby buncis dengan hasil kurang lebih 7 kg di Wonosobo, Kamis (15/3/2018).

Program KSA merupakan program pemberdayaan kelompok petani di Wonosobo yang dicetuskan Dompet Dhuafa (DD) Jateng bekerjasama dengan Perhimpunan BMT Indonesia (PBMTI) Wonosobo.

KSA berlokasi di Desa Mlandi, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo. Asparagus merupakan jenis sayuran dari satu spesies tumbuhan genus asparagus yang sangat cocok ditanam di lahan yang memiliki ketinggian antara 600-1000 mdpl.

Perintisan program KSA sudah dimulai sejak akhir tahun 2017. Sambil menunggu bibit asparagus yang sedang dalam proses penyemaian, Penerima Manfaat (PM) menanam tanaman pendamping yaitu baby buncis. Hal ini juga dapat menambah pendapatan PM selama 2 bulan sebelum mulai penanaman bibit asparagus.

Panen selanjutnya dapat dilakukan hingga 20 sampai 30 kali panen. Hasil panen Insyaa Allah akan terus meningkat mengingat tanah yang subur karena hasil pupuk alami yang dibuat sendiri oleh PM.

Penjualan hasil panen baby buncis ini akan dilakukan setiap hari melalui pengepul di Wonosobo, proses selanjutnya dikirim ke Soropadan, Temanggung untuk dikemas sesuai dengan permintaan konsumen untuk diekspor ke Singapura.

Sri Wiyati (50) salah satu penerima manfaat program KSA sangat berterima kasih kepada Dompet Dhuafa yang telah memberikan kesempatan baginya untuk menjadi salah satu bagian dari Kebun Sayur Asparagus.

“Alhamdulillah, dulu saya kerjanya sebagai buruh tani. Setiap hari kerja di kebun orang lain. Sekarang sudah dibantu Dompet Dhuafa saya merasa bangga dan saya juga sangat berterimakasih sekali kepada Dompet Dhuafa”, kata Sri Wiyati.

Damayanti, pendamping program KSA berharap program ini bisa menjadi salah satu penghasilan tetap dari para penerima manfaatnya.

“Semoga dengan adanya program ini dapat mengembangkan potensi lokal di Wonosobo, dan semoga menjadi salah satu penghasilan tetap dari para penerima manfaatnya”, jelasnya – Hajar/DDJateng

Advertisement