RAMALLAH – Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan faksi perlawanan yang bermarkas di Gaza, Hamas, ikut mengecam keputusan AS untuk mengakui dataran tinggi Golan yang berada di Suriah sebagai milik Israel.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya, Abbas mengatakan, “Tidak ada legitimasi yang dapat mengesampingkan resolusi Dewan Keamanan PBB, Majelis Umum PBB atau Prakarsa Perdamaian Arab.”
Sementara itu, Ismail Haniya, pemimpin Hamas di Gaza, mengatakan Dataran Tinggi Golan akan selamanya menjadi bagian integral dari Suriah.
Sementara itu di PBB, Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mjelasenyatakan jelas bahwa status Golan tidak berubah.
“Kebijakan PBB tentang Golan tercermin dalam resolusi Dewan Keamanan yang relevan dan kebijakan itu tidak berubah,” tambahnya, dikutip Aljazeera.





