Kehilangan Pekerjaan, Pengungsi Gunung Agung Bertahan Hidup dari Bantuan

Ilustrasi Pengungsian warga sekitar gunung agung/ Okezone

BALI – Puluhan ribu warga sekitar Gunung Agung telah mengungsi, dan Ketut Sudiarta adalah satu dari mereka yang harus mengungsi karena status Awas Gunung Agung.

Pengungsi asal Banjar Dinas Tihingan Kangin, Desa Bebandem ini mengaku baru mengungsi pada Senin (27/11/2017)  sore.

Buruh di lokasi galian C Desa Bebandem ini mengatakan, sebelumnya dia dan keluarganya belum berani mengungsi karena belum ada arahan dari klian banjar dinas setempat. Padahal, sejak dua hari sebelumnya di sekitar rumahnya sudah pekat dengan hujan abu vulkanik dan terjangan banjir lahar dingin.

“Waktu itu masker pun tidak ada. Kami hanya melindungi hidung dengan baju dan jaket. Sekadar menutup hidung. Saat itu sangat bingung, apakah akan sama-sama tenggelam disini, karena bau gas belerang juga sudah sangat menyengat,” katanya.

Dia sudah pernah mengungsi sebelumnya pada status awas pertama pada 22 September lalu,  bersama istri Nengah Rati dan tiga anak perempuannya. Sempat pulang setelah status diturunkan, dia mengaku kebingungan karena bekal dari hasil obral ternak sudah habis.

Sebulan di tempat pengungsian saat itu, bekal terakhir sekitar Rp 2 juta habis. Untuk bertahan hidup, sepulang dari pengungsian pria ini mengaku sempat mengadu nasib kembali menjadi buruh galian di sekitar lokasi galian Tukad Krekuk, Bebandem.

Belum sempat memetik hasil, Gunung Agung kembali menunjukkan peningkatan aktivitas. Asap hitam terus mengepul dari kepundan Gunung Agung.

Sekarang, pascamengungsi lagi setelah status awas yang kedua, praktis dia tanpa bekal dan kehilangan mata pencahariannya. Dulu, kalau tak bisa maburuh, opsi lain bisa menjadi petani dan menggarap lahan tegalan salak. Tetapi, bercocok tanam sayur dan buah juga sekarang tak memungkinkan karena terus turun hujan abu.

Kini dia hanya bertahan hidup dari sarana logistik yang ada di lokasi pengungsian. Pihaknya berharap situasi ini cepat berlalu, Gunung Agung kembali tenang dan segera bisa kembali pulang, agar bisa bekerja seperti biasa.

Advertisement