Kekerasan di Rakhine, PBB Minta Myanmar Buka Akses Kemanusiaan

Ilustrasi kerusuhan di Rakhine tahun 2012/ Reuters

MYANMAR – Kekerasan di Rakhine membuat Wakil khusus PBB urusan kekerasan seksual dalam konflik, Zainab Hawa Bangura meminta pemerintah Myanmar untuk mengizinkan akses kemanusiaan ke kawasan itu guna memberi dukungan kepada penyintas.

Selain itu pemerintah juga diminta ikut menyelidiki tuduhan terjadinya kekerasan seksual menyusul serangan lintas-batas baru-baru ini di negara bagian Rakhine, Myanmar utara.

Dalam pernyataan hari Jumat (11/11/2016), Bangura mengatakan ia amat khawatir tentang laporan kekerasan yang terjadi disana.

“Meningkatnya kekerasan akhir-akhir ini dapat menjurus ke bertambah banyak insiden kekerasan seksual. Sebab itu saya meminta pemerintah Myanmar mengambil tindakan menghentikan lingkaran kekerasan itu terutama terhadap perempuan dan anak perempuan,” katanya.

Laporan tentang kekerasan seksual itu mencuat menyusul meningkatnya kekerasan oleh alat keamanan akibat pembunuhan atas sembilan anggota kepolisian di pos perbatasan tanggal 9 Oktober 2016. Demikian dilaporkan VOA.

Advertisement