Kekeringan, 6 Juta Anak Ethiopia Tidak Sekolah

ilustrasi kekeringan/ist

ADDIS ABABA—Kekeringan yang melanda Ethiopia saat ini merupakan yang terburuk dalam 50 tahun belakangan. Selain kelangkaan air dan gizi buruk, kekeringan ini juga berdampak pada tingginya angka putus sekolah.

Organisasi kemanusiaan, Save the Children, dalam laporannya memaparkan, ada 6 juta anak yang terpaksa putus sekolah. Mereka harus meninggalkan sekolah karena mengungsi ke daerah lain atau karena kekurangan gizi.

“Jika tidak putus sekolah, mereka tidak lagi bersekolah secara teratur. Ada banyak alasan, dua faktor utama, yaitu minimnya makanan dan air yang kronis. Kondisi mereka sangat beresiko,” demikian laporan yang disitat dari ReliefWeb, Kamis (9/6/2016).

Save the Children juga melaporkan, puluhan LSM sudah bersiap memberikan bantuan dan dukungan kepada pemerintah setempat untuk mengatasi masalah ini. Selama masa darurat, terutama selama kekeringan, sekolah-sekolah didorong untuk menyediakan platform tanggap darurat terpadu untuk anak-anak.

“Ketika anak-anak di sekolah, mereka dapat mengakses makanan, air bersih, sanitasi, gizi dan dukungan psikososial,” rekomendasi dari laporan tersebut.

 

 

Advertisement