Keliling Indonesia dalam Sehari di TMII

Taman Mini Indonesia Indah. (Foto: tamanmini.com)

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sering disebut sebagai replika miniatur Indonesia. Di sini, pengunjung dapat mengenal berbagai budaya Nusantara melalui anjungannya yang beragam.

Dengan adanya TMII, kita tidak perlu mengunjungi setiap provinsi di Indonesia untuk mempelajari budayanya. Di sini sudah tersedia beragam aspek budaya yang dapat dipelajari guna memperluas pengetahuan kita tentang kekayaan Indonesia.

Wisatawan juga bisa menjajal wahana permainan yang ada seperti bioskop empat dimensi. Berikut beberapa wahana yang ada di TMII:

  • Anjungan Daerah

Anjungan daerah merujuk pada struktur bangunan yang mewakili rumah adat tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Terdapat total 33 anjungan daerah yang didirikan di sekitar danau miniatur yang menggambarkan kepulauan Indonesia, melambangkan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Setiap provinsi memamerkan setidaknya tiga jenis rumah adat khas daerahnya di area yang telah disediakan khusus untuk provinsi tersebut.

  • Museum

Di dalam museum-museum di TMII, pengunjung akan menemukan gagasan-gagasan brilian dari anak-anak bangsa yang secara kreatif menciptakan berbagai hal dengan memanfaatkan sumber daya alam tanpa merusaknya.

Hal ini sejalan dengan kearifan lokal yang dimiliki mereka, serta menggabungkannya dengan perkembangan teknologi masa kini dan masa depan.

Terdapat total 18 museum di TMII yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai upaya untuk melestarikan budaya kita.

  • Rumah Ibadah

Jika Anda ingin menyaksikan secara langsung betapa harmonisnya umat beragama yang beribadah secara bersamaan tanpa konflik di tempat yang berdekatan, silakan kunjungi Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Di area tersebut, Anda akan menemukan penganut agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu berjalan bersama-sama menuju rumah ibadah masing-masing yang hanya berjarak beberapa meter.

  • Wahana Rekreasi

Taman Mini Indonesia Indah (TMII), selain berfungsi sebagai lembaga pelestarian budaya Indonesia, juga merupakan destinasi yang menyediakan fasilitas pendidikan dan rekreasi dalam satu lokasi.

Beberapa wahana rekreasi yang tersedia di TMII antara lain Istana Anak-Anak Indonesia, Teater IMAX Keong Emas, Kereta Gantung, Taman Budaya Tionghoa Indonesia, Skyworld, dan Taman Legenda Keong Emas.

Dengan adanya fasilitas-fasilitas ini, pengunjung dapat menikmati pengalaman belajar dan hiburan secara bersamaan di Taman Mini Indonesia Indah.

  • Taman Burung

Di bagian belakang atau timur Kawasan TMII, terdapat Taman Burung yang berdekatan dengan PP IPTEK dan Museum Migas ‘Graha Widya Patra’. Taman ini mencakup lahan seluas enam hektar yang dilengkapi dengan fasilitas umum seperti tempat parkir yang luas dan rindang.

Pada awalnya, taman burung hanya terdiri dari satu kubah yang dibangun pada tahun 1975 dan diresmikan pada tanggal 19 Agustus 1976. Namun, pada tahun 1986, wahana tersebut dikembangkan menjadi sembilan kubah dan diresmikan pada tanggal 27 April 1986 oleh Presiden Soeharto.

Koleksi burung dalam taman ini disusun berdasarkan zoogeografi atau pola persebaran binatang. Oleh karena itu, koleksi taman burung dibagi menjadi dua bagian: kubah barat dan kubah timur, mengikuti Garis Wallace.

Di kubah barat, pengunjung dapat menikmati kicauan burung-burung yang berasal dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Bali. Beberapa di antaranya adalah burung merak, beo putih, enggang, elang, dan jalak bali. Sementara itu, di kubah timur, kita dapat menemukan burung-burung langka dari Sulawesi, Maluku, dan Papua, seperti burung cendrawasih, kasuari, dara mahkota, nuri, dan maleo.

Koleksi burung yang ada di taman burung ini merupakan yang terlengkap di Indonesia, terdiri dari 175 jenis burung dengan jumlah mencapai ribuan ekor, baik yang berasal dari Indonesia bagian barat maupun Indonesia bagian timur.

Taman Burung juga dilengkapi dengan fasilitas karantina yang digunakan untuk memisahkan burung-burung yang sakit sehingga dapat segera mendapatkan perawatan yang diperlukan.

  • Dunia Air Tawar dan Dunia Serangga

Dunia air tawar merupakan tempat rekreasi yang menampilkan koleksi dengan tema ‘Indonesia dan Dunia Air Tawar’. Taman ini dibangun sejak tahun 1992 dan diresmikan pada 20 April 1994. Di dalam taman ini, pengunjung dapat melihat keanekaragaman hayati air tawar melalui simulasi dan replika ekosistem asli lahan basah.

Taman ini terutama terdiri dari berbagai bentuk akuarium dan berfungsi sebagai sarana rekreasi, pendidikan, penelitian, konservasi alam, dan atraksi. Lokasinya terletak di sebelah selatan Kawasan TMII, diapit oleh Museum Serangga dan Taman Bunga Keong Emas.

Dunia air tawar di TMII merupakan taman biota air tawar terbesar dan terlengkap kedua di dunia, serta yang terbesar di Asia. Di dalamnya terdapat koleksi sebanyak 6.000 ekor dari 126 spesies, termasuk berbagai jenis, ukuran, dan asal-usul dari perairan di Indonesia maupun belahan dunia lainnya. Koleksi tersebut meliputi tanaman air, reptil, krustasea, dan ikan.

Taman akuarium ini dilengkapi dengan museum, perpustakaan, auditorium, akuarium nusantara, pojok reptilia, lorong gurame, dan ruang karantina yang digunakan untuk mengembangkan koleksi melalui pembiakan.

Ruang karantina juga berfungsi untuk menampung hasil tangkapan petani ikan yang nantinya dapat dijual kepada pengunjung, masyarakat umum, penampung ikan, dan eksportir.

Taman akuarium air tawar juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk melakukan penelitian dan observasi terkait pengembangan ilmu pengetahuan serta peluang bisnis dalam bidang ikan hias.

Beberapa koleksi istimewa yang berasal dari air tawar asli Indonesia antara lain arwana/siluk (Scleropages formosus), hiu gergaji (Pristis microdon), tapah (Wallago leeri), ikan sumpit, ikan buntal yang dapat menggelembung seperti balon, dan lain-lain.

Selain itu, terdapat juga koleksi ikan tamu yang menarik, seperti arapaima (Arapaima gigas) dan piranha (Serrasaimus) dari sungai Amazon di Amerika Selatan, ikan buta, ikan kupu-kupu, ikan chinese high fin (Myxocyprinus asiaticus asiaticus) dari Sungai Yangtze-Tiongkok, serta kelompok ikan kecil seperti guppy, molly, dan platy.

  • Museum Fauna Indonesia Komodo

Museum Komodo merupakan museum yang menghadirkan tema dunia satwa Indonesia melalui awetan binatang. Bangunan museum ini memiliki desain yang unik, dengan ruang pameran berbentuk komodo, jenis reptil purba yang hidup di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur.

Museum ini didirikan di atas lahan seluas 10.120 m2, dengan bangunan seluas 1.500 m2. Pembangunannya dimulai pada tanggal 1 Oktober 1975 dan selesai pada tanggal 1 Juli 1976, serta diresmikan pada tanggal 20 April 1978 oleh Presiden Soeharto.

Museum Komodo sangat cocok untuk dikunjungi oleh anak-anak dan pelajar, karena di dalamnya mereka dapat melihat kekayaan fauna Indonesia yang dipamerkan dalam bentuk diorama yang menarik. Terdapat lebih dari 150 jenis binatang yang diawetkan dan dipajang di ruang-ruang kaca dalam gedung dua lantai ini.

Pameran di museum ini menampilkan keanekaragaman fauna dari kepulauan nusantara, yang disusun berdasarkan kelompok persebarannya, baik dari barat ke timur maupun dari pantai ke pegunungan.

Dalam penyusunannya, pameran tersebut memperlihatkan persebaran hewan dari Sumatra hingga Papua secara geografis, serta menggambarkan habitat mereka mulai dari daerah pantai hingga ke pegunungan, yaitu tempat di mana satwa-satwa tersebut hidup.

  • Taman Mini Hijau

Dengan ketersediaan 70% ruang terbuka hijau, TMII kini hadir lebih segar dan asri. Kamu bisa jalan santai, bersepeda, jogging, atau sekadar nongkrong bareng temen di pinggir danau.

  • Kuliner Nusantara

Kuliner nusantara kini hadir di Taman Mini Indonesia Indah, pengunjung dapat beristirahat sambil menikmati makanan dan minuman yang ditawarkan. Lokasi Kuliner nusantara berada di depan Museum Pusaka, Dunia Air Tawar, dan Museum Serangga.

Sumber: indonesia.go.id

Advertisement