Kemarau Panjang, Petani Tenggarong Airi Sawah Dari Kolam Tambang

Ilustrasi/Tempo.co

TENGGARONG- Kemarau panjang terjadi di Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Akibatnya sawah yang ada disana mengalami kekeringan.

Dalam dua bulan terakhir, Kelompok Tani (Poktan) Surya Mahakam A di RT 13 Loa Tebu memanfaatkan kolam bekas tambang batu bara untuk mengairi sawah mereka yang kekeringan.

Akhir Januari 2016 lalu Pemerintah Provinsi (Pemprov) sudah memberikan bantuan berupa pompa air kepada Poktan Surya Mahakam yang beranggotakan 39 KK (kepala keluarga). Dengan pompa tersebutlah petani menyedot air dari kolam bekas tambang batu bara tersebut.

“Kolam tambang ini disedot airnya untuk mengairi sawah kami. Secara swadaya, kami membeli selang sepanjang 300 meter,” ujar Bukhari, Ketua Poktan Surya Mahakam kepada TribunKaltim.co, Jumat (11/3/2016).

Untuk pengoperasian mesin pompa tersebut petani membutuhkan bahan bakar setiap harinya. Setidakya 15 liter solar per hari harus mereka siapkan. Harga solar saat ini Rp.7.000, berarti dalam sehari petani harus menyaipkan uang sebesar Rp.105 ribu.

Dikatakan Surya, dirinya belum tahu kualitas padi yang diairi dengan air yang berasal dari kolam bekas tambang batu bara.

“Kita perlu teliti dulu kualitas padi yang dihasilkan nanti,” pungkasnya.

Advertisement