BOGOTA – Kematian akibat COVID-19 di Kolombia melewati angka 100.000 pada Senin, (21/6/2021).
Kementerian kesehatan negara itu mengingatkan potensi kelangkaan obat-obatan perawatan dan oksigen di rumah sakit selama puncak infeksi dan kematian ketiga yang panjang dan beruntun. .
Negara berpenduduk 50 juta orang itu telah melaporkan lebih dari 3,9 juta kasus infeksi virus corona, serta 100.582 kematian.
Kolombia telah melihat rekor jumlah infeksi dan kematian virus corona dalam beberapa pekan terakhir, dengan beberapa pejabat medis memperingatkan pasokan medis tertentu hampir habis.
Unit perawatan intensif (ICU) di kota-kota besar beroperasi pada kapasitas hampir penuh, menurut informasi yang diterbitkan oleh otoritas kesehatan setempat di ibu kota Bogota, serta di Medellin dan Cali, masing-masing kota terbesar kedua dan ketiga di Kolombia.
“Kami mulai melihat kelangkaan sumber daya tertentu di mana-mana,” kata Cesar Enciso, koordinator medis untuk perawatan intensif di Rumah Sakit Anak Universitas San Jose di Bogota.
“Jika situasi terus berlanjut dengan jumlah kasus ini setiap hari, sumber daya akan habis,” tambahnya.
Dilansir Reuters, Pemerintah Colombia menyalahkan protes anti-pemerintah selama berminggu-minggu karena memperpanjang puncak ketiga, yang dimulai setelah Paskah.
Negara ini mencapai rekor 30.000 kasus yang dilaporkan setiap hari awal bulan ini, sementara Senin melihat rekor tertinggi baru 648 kematian setiap hari.





