Kemenkes Bantah Isu Penuhnya Rumah Sakit Rujukan Covid-19

RS Darurat Wisma Atlet/ Media Indonesia

JAKARTA – Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Abdul Kadir membantah jika rumah sakit rujukan Covid-19  senantiasa penuh.

Kadir mengklaim jumlah rumah sakit yang ada jauh dari penuh. Dia menyebut saat ini ada 839 rumah sakit yang melayani pasien Covid-19. Sementara tempat tidur yang terpakai (bed ocuppancy rate) baru 42,3 persen.

“Dengan demikian, tidak benar isu-isu yang mengatakan rumah sakit semuanya penuh, itu semua adalah hoaks sebenarnya,” ujarnya. “Rumah sakit kita tenang-tenang saja. Katanya di Jakarta meningkat, tetapi tidak semua harus masuk rumah sakit,” kata dia.

Kadir mengatakan orang yang positif Covid-19 tanpa gejala hanya perlu mengisolasi diri di rumah, memperbaiki asupan gizi, dan meningkatkan imunitas.

Menurutnya, orang positif Covid-19 tanpa gejala juga tidak perlu dirawat di rumah sakit. Sehingga, kapasitas rumah sakit tidak penuh.

“Kita sekarang harus sepakat Pedoman Penanggulangan Covid-19 revisi kelima adalah [orang] yang dimasukkan ke rumah sakit [adalah] mereka yang [memiliki gejala] sedang sampai berat,” tuturnya.

 

Advertisement