Kemenkes Masih Tunggu Rekomendasi WHO Terkait Vaksinasi Dosis Ketig

JAKARTA – Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi mengungkapkanĀ  pemerintah belum berencana memberikan booster atau vaksin COVID-19 dosis ketiga kepada masyarakat luas.

Dia menambahkan, booster tersebut, saat ini hanya akan diberikan kepada tenaga medis.

Pemerintah, kata Nadia, masih menunggu jurnal ilmiah dari penelitian tersebut secara jelas, dan juga menunggu rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait pemberian booster kepada masyarakat luas.

ā€œJadi kita tunggu saja sampai ada publikasi yang jelas, yang kedua kita tunggu rekomendasi WHO lebih lanjut mengenai bagaimana pelaksanaan vaksinasi. Belum ada rekomendasi booster (kepada masyarakat luas) sampai saat ini,ā€ ungkap Nadia kepada VOA, di Jakarta, Jumat (30/7).

Meski begitu, ia mengakui, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Padjajaran, (Unpad) efikasi i vaksin Sinovac menurun seiring munculnya berbagai varian atau mutasi baru dari virus corona. Namun, ia menggarisbawahi efikasi tersebut masih memadai dalam menanggulangi pandemi COVID-19.

Sampai detik ini, katanya, WHO menekankan untuk menyelesaikan target vaksinasi COVID-19 di masing-masing negara untuk menekan angka keparahan dan kematian akibat terpapar virus COVID-19.

ā€œTampaknya rekomendasi WHO saat ini selesaikan target vaksinasi itu yang utama. Jadi semakin banyak orang yang mendapatkan dosis 1 dan 2, semakin baik. Apalagi kalau vaksinnya terbatas jumlahnya. Dan perlu diingat produksi vaksin global kan hanya mampu memenuhi kebutuhan 50 persen . Dan ini saja sudah terbukti untuk mengendalikan pandemi,ā€ jelasnya, sebagaimana dilansir VOA.

Advertisement