JAKARTA – Sandiaga Uno, seorang pengusaha yang dikabarkan akan maju di pencalonan Gubernur DKI Jakarta mengatakan setuju dengan hasil Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta bahwa kemiskinan masih mewarnai Jakarta.
Bahkan ia mengatakan kemiskinan di Jakarta sudah sampai tahap lampu kuning menuju lampu merah.
“Ini sudah lampu kuning menuju lampu merah loh, kalau tidak ditanggapi segera bisa menjadi permasalahan yang nanti malah akan menghambat program yang sudah diluncurkan dengan baik oleh Pak Jokowi,” ujar Sandiaga, Jum’at (22/7/2016), dikutip dari Republika.co.id.
Enam bulan lalu ia mengaku sudah memprediksi akan terjadi kenaikan jumlah kemiskinan di Jakarta, karena menurutnya Pemprov DKI selalu mengutamakan kegiatan-kegiatan yang berkiatan dengan masyarakat kelas menengah ke atas.
Ia juga berpendapat hingga kini belum ada program yang secara sistematis dapat mengurangi ketimpangan sosial. “Ini yang kami khawatirkan ini akan trus menjadi tren,” ucapnya.
Lapangan kerja di DKI juga dinilainya mempengaruhi angka peningkatan kemiskinan tersebut, disamping harga kebutuhan pokok yang semakin meningkat.
“Harga bahan-bahan pokok juga terus meningkat, melambung tinggi di luar jangkauan kelas menengah ke bawah dan daya beli mereka makin menurun karena memang UMKM yang selama ini menjadi penopang itu belum diberdayakan oleh Pemprov DKI,” kata dia.
Ia juga mengungkapkan melihat dengan mata kepala sendiri kemiskinan masih merajalela saat dirinya melakukan blusukan.
“Saya melihat ada beberapa kantong-kantong di Jakarta Utara semakin mengkhawatirkan, saya melihat kemiskinan itu di daerah padat yang selama ini semakin terlihat,” ungkapnya.
Sedangkan ia tidak menampik jika wilayah kumuh di Jakarta Timur dan Jakarta barat akan jadi PR besar buat pemerintah Provinsi DKI.





