JAKARTA – Sungguh memprihatinkan nasib keluarga Suryanto (30), warga Desa Kampung Pulau Singkayang, Rengat, Riau. Himpitan ekonomi membuat Suryanto beserta istri dan anak semata wayangnya harus tinggal di bekas kandang sapi.
Dilansir dari Tribun Pekanbaru kandang sapi tersebut berjarak sekitar lima kilometer dari pusat Kecamatan Rengat, menelusuri jalan beton yang hanya bisa dilewati sepeda motor.
Tampak jelas bangunan yang terbuat dari kayu tua berukuran empat kali lima meter beratap rumbia.Di sekelilingnya tumbuh pohon kelapa sawit berumur kisaran delapan hingga sepuluh tahun.
Menjadi pengupas pinang merupakan pekerjaan sehari-hari Suryanto, kadang ia juga membersihkan kebun orang dan mencari kayu bakar. Pekerjaan itu ia lakukan agar bisa membeli beras dan kebutuhan keluarganya.
“Di sini kami hanya menumpang upah mengupas pinang dari Paman saya,” ujar Suryanto yang sudah satu tahun tinggal di sana.
Suryanto sempat bersekolah tapi hanya sampai kelas satu SD.Bahkan dirinya juga tidak bisa membedakan nilai mata uang terlebih dengan keluaran terbaru saat ini. Belakangan ia ingin membeli sepeda namun ia harus mengurungkan niatnya karena ketiadaan biaya.
“Kata kawan saya kemarin ada yang mau jual sepeda Rp 150 ribu tapi saya tak punya uang,” katanya.
Sepeda itu rencananya akan digunakan sebagai alat transportasi sehari-hari untuk mencari ladang orang yang hendak dibersihkan atau sekedar menjual kayu bakar ke pasar.
Karena terkadang Suryanto harus berjalan berkilo-kilo meter untuk mencari ladang orang yang harus ditebas.





