TEMANGGUNG – Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Temanggung, Sunardi, memperkirakan kuota penerima beras sejahtera (rastra) tahun ini akan berkurang sekitar 2.000 Rumah Tangga Sasaran (RTS).
Menurutnya penurunan sendiri tak terlepas dari hasil Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) tahun 2016 lalu yang menyebut bahwa angka kemiskinan cenderung mengalami penurunan.
“Berdasar data, angka kemiskinan semakin menurun sehingga berpengaruh langsung pada kuota penerima rastra,” katanya, Kamis (9/2/2017).
Namun sayangnya untuk tahun ini sejak Januari hingga Februari proses distribusi masih belum dapat dilakukan karena menunggu data terbaru hasil verifikasi di tingkat desa. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa calon penerima rastra benar-benar merupakan penduduk yang masuk dalam kategori kurang sejahtera.
Proses verifikasi di tingkat desa, lanjutnya, juga melibatkan perangkat setempat mulai RT dan RW. Hal ini ditempuh untuk memastikan keakuratan data di lapangan sesuai dengan kondisi perekonomian terkini.
“Kan ada yang awalnya kurang sejahtera sekarang tingkat perekonomiannya sudah membaik, atau sebaliknya. Jangan sampai pembagian rastra kurang tepat sasaran,” harapnya.
Dijelaskan Sunardi, dari data tahun 2016 kuota penerima rastra di Kabupaten Temanggung keseluruhan mencapai 51.816 RTS yang tersebar di 289 desa. Masing masing RTS akan menerima jatah sebanyak 15 kilogram tiap bulannya dengan harga tebus Rp1.600 per kilogram.
Sedangkan teknis penyalurannya akan diserahkan kepada masing masing desa berdasar hasil keputusan Musyarawah Desa (Musdes). “Jatah rastra untuk bulan Januari dan Februari akan kami salurkan di bulan Maret besok,” pungkasnya, dikutip dari merdeka.com.





