REMBANG – Angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Rembang tergolong masih tinggi,yakni berkisar antara 19,5 persen dan menjadi sorotan Pemprov Jateng.
Pemerintah kabupaten menargetkan dalam jangka waktu empat tahun ke depan angka tersebut harus dapat ditekan menjadi 14 persen.
Bupati Rembang H Abdul Hafid mengatakan untuk menekan angka kemiskinan bukan pekerjaan yang mudah. “Dari berbagai indikator baik secara ekonomi, dan sosial pihaknya akan mencoba menggebrak melalui bedah rumah dengan dukungan semua kalangan termasuk diantaranya stake holder terkait. ” ujarnya.
Ia mengaku sangat prihatin atas banyaknya rumah penduduk yang tidak layak huni.
“Memang penyebab kemiskinan banyak sekali faktornya dan ini tentu sudah menjadi bahan kajian tim terkait. Namun diluar itu saya prihatin dengan kondisi rumah penduduk di pedesaan,dimana terdapat 23.000 rumah penduduk tidak layak huni. Dari data yang ada tersebut,kami berencana dapat menekan hingga 3000 rumah direhab sehingga akan meningkatkan taraf kehidupan normal,”tambah Bupati, Rabu (14/12/2016), dilansir KRjogja.





