Kemplang Penyambung Hidup Janda Empat Anak

JAKARTA – Kedua tangan Wati (35) sibuk menenteng puluhan bungkusan kemplang yang siap dijual. Udara lembab tak membuat ia lelah saat menjajakan dagangannya di pelataran Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Tiap penumpang yang hendak menyebrang ke Pulau Jawa, tak luput dari bidikan Wati. Dengan logat khas Banten ia hilir mudik menawarkan kemplang yang udah dibungkus dengan rapi.

Bagi warga Desa Kenyayan, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan itu berjualan kempang merupakan sumber penghidupan. Setelah menjanda, Wati tak punya banyak pilihan untuk menyambung hidup. terlebih ia masih harus menghidupi 4 orang anaknya.

“Ya, mau bagaimana lagi, Anak masih pada sekolah dan perlu biaya. Belum lagi untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan hanya berdagang kemplang yang saya bisa lakoni. Ya, hampir lima tahun lamanya saya berjualan kemplang,” kata Wati seperti dilansir dari Lampungpost.

Per empat bungkus kemplang Wati jual seharga Rp 15 ribu. Harga itu tentu tidak sebanding dengan lelah setelah seharian bekerja.

“Kalau ramai seperti hari libur panjang saya untung kisaran Rp 300 ribu. Penghasilan ini sudah paling besar dibandingkan seperti hari-hari biasa yang hanya mendapatkan untung kurang dari Rp1 00 ribu per hari,” ujarnya.

Advertisement