JAKARTA – Glaukoma, yang sering disebut sebagai “pencuri penglihatan diam-diam,” adalah salah satu kondisi mata serius yang dapat menyebabkan penglihatan kabur hingga kebutaan jika tidak segera ditangani.
Berbeda dengan penyakit mata lainnya, glaukoma sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal hingga kondisinya sudah parah.
Dr. Nirati Srivastava, Konsultan Oftalmologi di Regency Hospital, Kanpur, menjelaskan dampak glaukoma pada mata.
“Glaukoma merusak saraf optik yang berfungsi mengirimkan informasi visual dari mata ke otak. Kerusakan ini biasanya disebabkan oleh tekanan tinggi di dalam mata. Jika tidak ditangani, glaukoma dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen atau bahkan kebutaan total. Kondisi ini merupakan penyebab ketiga kebutaan di India dan salah satu penyebab utama kebutaan permanen di dunia,” jelas Nirati, dikutip dari The Hindustan Times pada Jumat (17/1/2025).
Pada tahap awal, glaukoma sering kali tidak menimbulkan gejala. Banyak orang baru menyadari penyakit ini saat kondisinya sudah memburuk. Beberapa gejala awal yang perlu diwaspadai meliputi:
- Penglihatan kabur.
- Sulit beradaptasi dengan cahaya redup.
- Penurunan penglihatan periferal (samping).
- Munculnya lingkaran cahaya di sekitar lampu.
- Nyeri mata atau sakit kepala dalam beberapa kasus.
Glaukoma umumnya lebih sering terjadi pada usia lanjut, tetapi dapat menyerang siapa saja. Faktor risiko lainnya meliputi:
- Usia di atas 40 tahun.
- Riwayat keluarga dengan glaukoma.
- Kondisi medis seperti diabetes, hipertensi, atau migrain.
- Cedera atau trauma pada mata.
- Rabun jauh atau rabun dekat
- Kornea yang tipis.
- Penggunaan steroid dalam jangka panjang tanpa pengawasan.
Meskipun belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan glaukoma, deteksi dini dapat mencegah kerusakan penglihatan lebih lanjut.
Nirati menjelaskan bahwa pengobatan seperti obat tetes mata, obat oral, terapi laser, atau operasi dapat menjadi solusi efektif.
“Jika glaukoma terdeteksi dini dan pengobatan dilakukan secara teratur, sebagian besar penderita dapat menjaga penglihatan mereka sepanjang hidup,” tuturnya.





