Kenali Gejala Heatstroke saat Cuaca Panas Menyengat

McKinsey Global Institute dalam laporannya menyebutkan, 600 juta penduduk Asia termasuk Indonesia terdampak gelombang panas tahunan akibat perubahan iklim pada 2050.

JAKARTA – Cuaca panas bisa menyebabtkan Heatstroke yang bisa membuat suhu tubuh mencapai 40 derajat Celsius, karenanya kita harus mengenal tiga gejala yang harus diwaspadai.

Saat tubuh Anda sedang lemah, heatstroke atau sengatan panas pun jadi mudah terjadi. Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, heatstroke merupakan hilangnya kemampuan tubuh untuk menurunkan suhu akibat sengatan panas yang sudah di luar batas. Biasanya, heatstroke disebabkan oleh paparan suhu panas dalam jangka waktu yang lama ditambah dengan aktivitas yang melelahkan.

Heatstroke membutuhkan pertolongan medis sesegera mungkin. Jika penderitanya tidak ditangani dengan cepat dan tepat, komplikasi heatstroke, seperti kerusakan organ vital otak dan jantung, bisa terjadi. Kalau sudah begitu, bukan tak mungkin komplikasi tersebut dapat berujung pada kematian.

Saat terkena heatstroke, gejala yang timbul, antara lain menurunnya kesadaran, sakit kepala, frekuensi napas menjadi cepat (napas pendek), denyut nadi meningkat, kulit memerah, panas, dan terasa kering. Penderita juga dapat merasa mual dan ingin muntah, bicara menjadi agak kacau, hingga kejang.

Menurutnya, ada tiga kondisi yang lebih memungkinkan Anda terserang heatstroke, yaitu terlalu memaksakan diri untuk berolahraga, bekerja di luar ruangan, serta dehidrasi. Masing-masing detailnya akan dijelaskan di bawah ini.

Heatstroke umumnya memang terjadi saat cuaca panas dikombinasikan oleh ketiga kondisi di atas.

Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi kemungkinan terkena heatstroke antara lain kenakan pakaian longgar berwarna terang, pakai tabir surya (minimal SPF 30), serta perbanyak asupan cairan.

Advertisement