Kepala Staf Angkatan Darat AS Dipaksa Mundur

JAKARTA, KBKNEWS.id – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth memerintahkan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George untuk segera pensiun dari jabatannya, dalam langkah mendadak yang mengejutkan internal Pentagon.

Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengonfirmasi keputusan tersebut pada Kamis waktu setempat. Ia menyatakan bahwa George resmi mengakhiri tugasnya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41 efektif segera.

“Departemen Pertahanan berterima kasih atas pengabdian panjang Jenderal George kepada negara,” ujar Parnell dalam pernyataan di media sosial.

Keputusan ini disebut tidak melalui proses yang biasa. Sejumlah pejabat militer senior bahkan mengaku mengetahui kabar tersebut bersamaan dengan pengumuman publik.

Menurut sumber pejabat AS, George menerima pemberitahuan langsung melalui panggilan telepon dari Hegseth saat sedang menghadiri rapat. Ia kemudian menyampaikan kabar tersebut kepada stafnya secara langsung.

Langkah mendadak ini terjadi hanya sehari setelah Presiden Donald Trump menyampaikan pidato terkait perang dengan Iran, di mana ia mengisyaratkan peningkatan serangan militer AS.

Sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, George memegang peran penting dalam penyediaan sistem pertahanan udara dan rudal, termasuk dalam konteks pengerahan pasukan di tengah konflik yang sedang berlangsung.

Seorang pejabat AS menilai keputusan tersebut tidak direncanakan secara matang. “Ini tidak terasa seperti keputusan yang dipikirkan dengan baik,” ujarnya.

Selain George, Hegseth juga memberhentikan dua jenderal lainnya, yakni Kepala Korps Chaplain Mayor Jenderal William Green Jr. dan Komandan Army Transformation and Training Command Jenderal David Hodne.

Selama menjabat, George dikenal sebagai perwira infanteri karier lulusan Akademi Militer West Point tahun 1988.

Ia menjabat sebagai Kepala Staf sejak September 2023 dan sebelumnya pernah memimpin I Corps serta menjadi asisten militer senior Menteri Pertahanan pada era Presiden Joe Biden.

Kedekatannya dengan mantan Menhan Lloyd Austin disebut menjadi salah satu faktor yang kurang disukai oleh Hegseth dan lingkarannya.

Sebagai pengganti sementara, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Chris LaNeve diperkirakan akan mengisi posisi tersebut. LaNeve sebelumnya menjabat sebagai komandan Angkatan Darat AS di Korea Selatan dan sempat mendapat perhatian Presiden Trump dalam sebuah acara militer.

Pergantian mendadak di jajaran pimpinan Angkatan Darat ini menambah dinamika di tubuh militer AS, terutama di tengah meningkatnya tensi konflik dengan Iran.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here