Kerja Keras Kakek ini Hanya Diupah Rp 10 Ribu per Hari

miskin
Foto Dok M.Munir

JAKARTA – Di depan rumahnya yang sederhana Pujani terlihat duduk sambil merajut bilah demi bilah bambu. Tanganya terampil memasukan bambu secara selang-seling. Bambu yang sudah di pipihkan tersebut ia anyam hingga membentuk kubus.

Kesibukan tersebut terus Pujani lakukan setiap hari. Jika tidak, ia bersama keluarganya terancam tak makan. Ketiadaan lapangan pekerjaan dan minimnya kemampuan merupakan salah satu faktor kakek berusia 67 tahun itu memilih provesi sebagai pembuat besek ikan.

Lelah merajut besek ikan tak lantas membuat Pujani senang. Pasalnya dari puluhan besek ikan yang berhasil dibuat Pujani dalam satu hari hanya di upahi Rp 10 ribu. Pendapatannya jelas masih jauh dibawah UMR Kota Bondowoso, Jawa Timur tempat Pujani tinggal.

“Beliau hanya bisa bekerja sebagai pengrajin Besek Ikan untuk menghidupi anak Istrinya, anak beliau masih duduk dikelas 6 SD,” Ucap netizen bernama M.Munir yang memviralkan Pujani di akun grup Kuliner Kasih.

Munir menambahkan kondisi rumah Pujani pun tak kalah memprihatinkan.Pujani mesti tidur di kasur yang letaknya satu ruangan dengan ruang tamu dan dapur. Beruntung Pujani setiap bulannya mendapat jatah beras dari Bulog sebanyk 7 Kg.

“Kakek tidak punya KIS dan kalau mau membeli bambu biasanya kakek beli seharga Rp 25-30 ribu. Tak jarang Kakek berhutang hingga Rp 45 ribu,” tulis Munir dalam postingannya.

Advertisement