Kerja Nyata untuk Indonesia

“Baru kali ini bang, dirawat di rumah sakit bisa milih menu yang disukai”.
Sebuah kalimat yang terlontar dari seorang ayah, dimana dua malam sebelumnya ia saya antar ke Rumah Sakit (RS) demi mendapatkan pengobatan untuk anaknya yang tengah sakit.Alhamdulillah, atas izin Allah anaknya kini sudah membaik setelah tiga hari mendapatkan layanan rawat inap . Ada cerita yang menarik darinya, dimana di saat waktu makan, suster jaga meminta si anak untuk memiliih dari beberapa pilihan menu yang tersedia pada hari itu. Pilihan yang diberikan tentu sesuai standar asupan untuk meningkatkan imun si anak. Baru pertama kali katanya, dikasih pilihan menu. Hehehe. Syukur banget dong saya bilang.

 

RS yang saya maksud adalah Rumah Sehat Terpadu (RST) yang berada di kawasan Jampang Bogor. Sebuah model layanan kesehatan yang dibiayai dari dana zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF). RS milik masyarakat, yaa karena didalam menjalankan operasional sehari-harinya berasal dari bantuan masyarakat luas baik dari perorangan maupun kelembagaan melalui Dompet Dhuafa (DD). Masyarakat yang berasal dari keluarga dhuafa, akan dilayani sepenuhnya tanpa dipungut biaya sedikitpun, gratis tis tiiss. Mereka bisa mengaksesnya setelah menjadi member RST. Berlakunya sistemmembership ini adalah upaya DD agar dana ZISWAF yang diamanahkan tetap sesuai peruntukkannya bagi mereka yang membutuhkan.

Memperbanyak benefit
Kerja nyata membentang kebaikan RST tahun ini kian diperluas. sejak tahun 2012 memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi dhuafa, kini memperluas manfaatnya dengan menerima pasien umum dalam pelayanannya.
Sebuah langkah baru setelah pada tahun 2014 RST turut bekerja sama dengan pemerintah mensukseskan program BPJS-nya, yakni dengan menerima pasien peserta BPJS untuk berobat. Meski demikian, RST tetap mengutamakan pengobatan kaum dhuafa sebagai pasien VIPP (Very Important Poor Person). Bentuk partisipasi dari masyarakat umum yang mendapatkan pelayanan yang diterima akan kembali dalam bentuk fasilitas kesehatan terbaik pula bagi dhuafa.

RS yang berdiri di atas lahan wakaf seluas tujuh ribuan meter persegi ini tetap menomorsatukanbenefit yang dapat dirasakan semua orang tanpa memandang kelas.Rata-rata pasien rawat jalan yang dirawat di RST ini berjumlah 1.800 orang perbulannya. “Ini sebuah prestasi, bagaimana sebuah lembaga dapat berkembang pesat mengelola dana-dana umat untuk dikembalikan kepada masyarakat luas lewat layanan kesehatan gratis,” ujar orang nomor satu di Jawa Barat Ahmad Heryawan, saat beliau berkesempatan mengunjungi rumah sakit ini.

 

Kerja nyata dari berbagai pihak.
Beragam benefit kini dapat diakses oleh siapa saja, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang selalu siap siaga 24 Jam, poliklinik spesialis, rawat inap, operasi/bedah, sampai layanan fisioterapi. Alhamdulillah, RS RST DD telah memiliki 13 jenis klinik, yaitu Klinik Umum, Klinik Bidan & Kandungan, Klinik Penyakit Dalam, Klinik Anak, Klinik Bedah Umum, Klinik Kesehatan Jiwa, Klinik Paru, Klinik Saraf, Klinik Gigi, Klinik Gizi, Klinik TB DOTS, Klinik Rawat Luka, dan Klinik Hemodialisa (Cuci Darah).
Berkat uluran tangan dari ribuan donatur baik secara perorangan maupun kolektif kelembagaan-lah yang membuat semua layanan kesehatan tersebut bisa ada. Saya pernah berkesempatan hadir ke RST untuk menemani langsung pengurus Lembaga Amil Zakat PT. PLN dan Badan Pengelola ZIS Bank Mandiri. Mereka hadir di waktu yang berbeda dalam rangka monitoring bantuan alat kesehatan NICU PICU dan Hemodialisa yang diperuntukkan untuk pasien RST. Dana zakat dari para karyawan yang bekerja di perusahaan mereka yang kemudian diamanahkan melalui Dompet Dhuafa untuk meningkatkan jenis layanan kesehatan para dhuafa. Lagi, bukti kerja nyata Indonesia karena sehat adalah milik semua.

Hari ini kita belajar dari 23 tahun kerja nyata dari sebuah lembaga milik masyarakat yang telah berkhidmat untuk Indonesia dan dunia.

Advertisement