Kesuksesan Dua Perempuan Muslim Somalia Menengkan Kursi Dewan di Amerika

Nadia Mohamed (kiri) dan Safiya Khalid/ VOA

AMERIKA – Dua perempuan Amerika keturunan Somalia memenangkan kursi di dewan kota Minnesota dan Maine, negara bagian Amerika yang punya komunitas yang cukup besar diaspora asal Afrika.

Keduanya adalah Nadia Mohamed yang terpilih sebagai wakil keliling di St. Louis Park, pinggiran barat Minneapolis, di Minnesota, dan Safiya Khalid untuk mewakili lingkungan di Lewiston, di negara bagian Maine di timur laut Amerika.

Keduanya mencalonkan diri sebagai Demokrat dan akan menjadi imigran Somalia pertama di dewan masing-masing, dan masih berusia 23 tahun, berkulit hitam, juga perempuan Muslim berjilbab.

“Kemenangan mereka tidak hanya mewakili kesuksesan untuk Somalia dan Muslim, tetapi juga kesuksesan besar untuk nilai-nilai Amerika berdasarkan keanekaragaman budaya dan rasa hormat terhadap perempuan,” kata Hashi Shafi, yang memimpin Somali Action Alliance, organisasi nirlaba berkantor di Minneapolis yang mempromosikan keterlibatan dan kepemimpinan sipil, dilansir VOA.

Sebagai seorang kandidat, Khalid sempat mengalami “pelecehan keji” lewat internet yang mengatakan bahwa ia “tidak punya tempat dalam pemerintah AS dan mengatakan saya harus kembali ke tempat asal saya,” katanya kepada VOA.

Kemudian dia menonaktifkan halaman Facebook-nya untuk beberapa waktu.

Tetapi dia berkampanye dari rumah ke rumah, mengetuk pintu “lebih dari 2.000 rumah, meminta orang-orang dari berbagai latar belakang, kulit hitam, putih, Asia dan berbagai agama -untuk mendukungnya dengan suara mereka.” Dia memenangkan hampir 70% suara.

Di St. Louis Park, Minnesota, Mohamed mendapat lebih dari 63% suara. Dia juga datang ke Amerika sebagai pengungsi karena keluarganya melarikan diri dari perang saudara di Somalia. Dia bertugas di komite penasihat multikultural departemen kepolisian kota selama tiga tahun, membantu menghubungkan masyarakat.

Sebagai seorang kandidat, dia mengatakan menjadi wanita muda Muslim akan membawa perspektif baru bagi kepemimpinan kota. “Saya mempunyai pengalaman hidup yang unik dan hasrat untuk memperbaiki kota dan penduduknya. Saya juga tahu pentingnya membangun ruang di mana orang merasa aman dan diterima.”

Advertisement