Ketentuan Zakat dalam Islam, Kewajiban dan 8 Golongan Penerima

JAKARTA – Zakat merupakan salah satu dari lima rukun Islam dan menjadi kewajiban bagi setiap muslim yang mampu. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, zakat juga menjadi sarana untuk berbagi dan membantu sesama, guna mengurangi kesenjangan sosial.

Dalam ajaran Islam, sebagian harta seseorang mengandung hak bagi orang lain yang membutuhkan. Oleh karena itu, zakat berfungsi sebagai cara menyalurkan harta kepada mereka yang berhak menerimanya sesuai dengan ketentuan syariat.

Lalu, siapa saja yang berhak menerima zakat? Hal ini penting dipahami agar zakat dapat disalurkan secara tepat. Dalam Al-Qur’an, tepatnya pada surah At-Taubah ayat 60, dijelaskan bahwa ada delapan kelompok yang berhak menerima zakat.

اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعٰمِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغٰرِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

“Innamash-shadaqatu lil-fuqara’I wal-masakini wal-‘amilina ‘alaiha wal-mu’allafati qulubuhum wa fir-riqabi wal-gharimina wa fi sabilillahi wabnis-sabil, faridlatam minallah, wallahu ‘alimun hakim.”

Artinya: “Sesungguhnya zakat itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang fakir, orang miskin, pengurus zakat, orang-orang yang sedang dijinakkan hatinya (mualaf), untuk membebaskan budak, orang yang berutang, di jalan Allah, serta bagi mereka yang sedang dalam perjalanan. Ini adalah ketetapan dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui serta Maha Bijaksana.” (QS At-Taubah: 60)

Ayat ini menegaskan bahwa zakat diperuntukkan bagi fakir, miskin, pengelola zakat (amil), mualaf, budak yang ingin merdeka (riqab), orang yang berutang (ghariim), mereka yang berjuang di jalan Allah (fiisabilillah), dan musafir yang kehabisan bekal (ibnu sabil).

Kelompok yang Berhak Menerima Zakat (Mustahik)

Berdasarkan ajaran Islam dan ketentuan dalam Al-Qur’an, berikut adalah delapan kelompok penerima zakat:

1. Fakir

Orang fakir adalah mereka yang tidak memiliki penghasilan sama sekali dan berada dalam kondisi yang sangat sulit, misalnya karena sakit berat yang membuat mereka tidak dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.

2. Miskin

Berbeda dengan fakir, kelompok miskin masih memiliki penghasilan, tetapi jumlahnya sangat minim sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

3. Mualaf

Mualaf adalah orang yang baru masuk Islam dan masih dalam tahap adaptasi dengan ajaran agama. Mereka diberikan zakat sebagai bentuk dukungan agar semakin teguh dalam keimanan dan merasakan solidaritas umat Islam.

4. Riqab

Riqab merujuk pada budak atau hamba sahaya yang ingin memperoleh kebebasan. Dalam konteks modern, kategori ini juga dapat mencakup orang-orang yang mengalami bentuk perbudakan lain dan membutuhkan bantuan untuk merdeka.

5. Fiisabilillah

Fiisabilillah mencakup mereka yang berjuang di jalan Allah, termasuk dalam aktivitas dakwah, jihad, atau kegiatan lain yang bertujuan untuk menegakkan Islam. Mereka berhak menerima zakat guna mendukung perjuangan mereka.

6. Ghariim dan Ghariimin

Ghariim adalah individu yang memiliki utang dan mengalami kesulitan dalam melunasi karena kondisi ekonomi yang memburuk. Sedangkan ghariimin adalah mereka yang terlilit utang hingga jatuh miskin dan tidak mampu membayarnya. Zakat dapat digunakan untuk membantu meringankan beban mereka.

7. Ibnu Sabil

Ibnu sabil adalah musafir atau orang yang sedang melakukan perjalanan jauh dalam rangka tujuan baik sesuai syariat Islam, tetapi kehabisan bekal atau kehabisan biaya dalam perjalanan. Mereka berhak mendapatkan zakat agar dapat kembali ke daerah asal atau melanjutkan perjalanan.

8. Amil

Amil adalah orang-orang yang bertugas dalam pengelolaan zakat, mulai dari pengumpulan, pencatatan, hingga pendistribusian zakat kepada yang berhak. Karena tugasnya dalam mengelola zakat, mereka juga berhak menerima bagian dari dana zakat.

Dengan memahami delapan kelompok penerima zakat ini, penyaluran zakat dapat dilakukan secara tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here