CIANJUR – Sebelumnya Maman Suherman sebagai petani sayuran di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat ini, hidup terbelit kemiskinan dan kian bertambah sulit ketika panen tiba. Ia gigit jari, karena harga komoditi yang ditanamnya selama berbulan-bulan tiba-tiba anjlok akibat ulah para tengkulak yang kerap mempermainkan harga.
Namun keadaan itu segera berbalik 360 derajat ketika Dompet Dhufa dengan program pemberdayaannya mendarat di desa Maman Januari 2016 lalu.
Melalui program Mustahik Move to Muzaki, Maman yang tergabung dalam Kelompok Tani Sumber Jaya Tani segera mendapatkan bantuan berupa benih, nutrisi dan peralatan tani.
Selain itu Maman mendapat pembinaan tata cara bertani organik dari Dompet Dhuafa, Maman bersama 30 petani lainnya juga dibantu dalam hal pemasaran.
“Dompet Dhuafa membantu saya dari mulai bertani hingga pemasaran. Semua dibantu hingga tuntas,” ujar Maman kepada KBK baru-baru ini.
Di atas lahan seluas 2 ribu meter yang tersebar di Desa Padajaya, Ciketuk dan Pakalongan Maman memupuk impian. Setidaknya ada 30 jenis sayur mayur yang ia tanam mulai dari yang primer hingga sayuran kategori eksklusif.
Maman menaruh harapan besar kepada pertaniannya, selang waktu 60 hari impian Maman sedikit banyak terwujud. Penghasilan Maman yang sebelumnya Rp 700 ribu per bulan kini meroket di angka Rp 2,8 juta. Hal tersebut diungkapkan Maman berkat hadirnya Dompet Dhuafa yang menggeser posisi tengkulak dalam pemasaran sayur.
“Berkat penghasilan meningkat anak kedua saya jadi bisa bersekolah,” ucap ayah 3 orang anak itu.
Bahkan baru-baru ini dikatakan Maman, Dompet Dhuafa juga memberikan sebuah mobil pic-up untuk mendistribusikan sayur ke wilayah Jabodetabek. Selain itu 3 Green House bermaterian stainles juga sudah berdiri gagah di lahan Maman.
Maman menuturkan, bersama Dompet Dhuafa kelompok taninya ditarget menembus pendapatan di atas UMR Cianjur maka tak heran bila sampai saat ini ia kerap mondar-mandir keluar masuk desa memgontrol area pertanian.
Hebatnya kini, kelompok tani pimpinan Maman juga telah berhasil membayarkan zakat kepada Dompet Dhuafa setiap tahun.
“Setiap Ramadhan kelompok tani kami juga melakukan gerakan berbagi beras ke anak yatim, jompo dan dhuafa,” tutup Maman





