Ketika Korban Gusuran Karawang Sambangi Monas

Korban penggusuran di Karawang, diajak Dompet Dhuafa main ke Monas. Foto: Jun Aditya

JAKARTA (KBK) – Senyum Indriani Hidayati (11) tampak mengembang ketika monumen nasional menjulang tinggi di hadapannya. Dengan didampingi orang tua, bocah itu larut bermain bersama teman sebayanya. Indri merupakan warga Wanajaya, Teluk Jambe, Karawang, Jawa Barat yang menjadi korban gusuran akibat sengketa lahan.

Bersama 271 warga lainnya selama sebulan terakhir Indri “berlindung” di depan kantor LBH Jakarta sebagai pengungsi. Beratnya hidup yang dijalani Indri segera mendapat respon Dompet Dhuafa (DD) salah satunya dengan mengajak berekreasi ke Monas pada hari minggu lalu (13/11).

“Di sana saya lihat diorama, pemandangannya juga indah. Saya senang, bahagia sekali, ” ucap bocah kelas 5 SD itu kepada KBK, senin (14/11).

Mamad (50) orang tua Indri mengatakan DD sebagai lembaga zakat infaq dan sodakoh sangat besar kontribusinya dalam membantu utamanya urusan logistik.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada DD. Dari yang kurang makanan kini menjadi berlimpah, bahkan hari ini kami akan kembali ke Karawang masih banyak logistik yang tidak dapat terangkut, ” kata Mamad yang mulai mengungsi ke LBH Jakarta sejak 10 Oktober lalu.

Ipat (33) warga lainnya juga menuturkan hal senada. Sejak DD hadir, semua beban hidup yang ia tanggung menjadi lebih ringan. Ketiga anak Ipat kini terlihat lebih ceria, berbeda dengan 28 hari lalu ketika ia mendarat di halaman LBH Jakarta.

“ketiga anak saya semuanya bahagia, ceria, apalagi waktu diajak ke Monas kemarin. Tapi pas pulang mereka sedih karena teringat bapaknya yang masih di penjara, ” tutur Ipat sambil mengelap air matanya.

Usep Saepulah (60) suami Ipat ditahan oleh Polres Karawang lantaran dituding sebagai pihak yang menunggangi bentrokan antara warga dengan pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan.

Usai menjalani serangkaian mediasi antara perwakilan korban dengan Pemkab Karawang hari ini Mamad, Ipat bersama 150 KK lainnya dapat bernafas lega, tak lama lagi ia segera kembali ke kampung halamannya dengan dilindungi segenap perjanjian mengikat.

“Semoga nanti pulang anak-anak jadi pada bisa sekolah lagi meski saya belum bisa menempati rumah, ” jelas Ipat yang rencananya akan direlokasi di Asrama Haji Karawang.

Ahmad Lukman Koordinator Respon Kemanusiaan Dompet Dhuafa mengatakan aksi kemanusiaan yang dilakukan semata-mata bertujuan untuk membantu korban dalam mengatasi problem selama di pengungsian. Aksi tersebut antara lain memberikan bantuan logistik, layanan kesehatan dan traveling kemanusiaan.

“Selain mengajak korban jalan-jalan ke Monas kami juga membuat dapur umum selama sepekan dan pada tanggal 10 kemarin kami putarkan film kepahlawanan,” jelas Lukman.

Lukman menegaskan dari serentetan aksi yang dilakukan DD, traveling kemanusiaan merupakan salah satu program yang sangat disambut antusias. Dampaknya, tak sedikit dari mereka para korban yang menjadi bahagia.

“Aksi ini berguna dalam membantu menurunkan stres korban,” tutur Lukman

Advertisement