MERAUKE (KBK) – Bertemunya dua pasukan di perbatasan dua negara, tidak selalu dihiasi dengan kontak sejata. Seperti yang terjadi di perbatasan RI dan Papua New Guinea (PNG), misalnya, dua pasukan perbatasan ini bertemu dalam damai dan penuh kehangatan.
Diceritakan Mayor Inf Ari Iswoyo Timor, Wadan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 407/Padmakusuma kepada KBK, Ahad (11/9/2016), sekitar 12 tentara PNG sekitar pukul 09.00 WIT, (7/9/2016) lalu muncul di pintu gerbang perbatasan MM.13 Sota, Merauke.
Mereka hadir atas undangan Pos Kout Sota, Merauke sebagai wujud keseriusan hubungan kerjasama dan persahabatan yang erat antara prajurit TNI yang bertugas di Pos Sota, Merauke dalam hal ini Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 407/Padmakusuma dengan tentara PNG (PNGDF) yang bertugas di Pos Weam, PNG.
“ Tujuan pertemuan ini adalah untuk lebih mengintensifkan koordinasi, komunikasi dan kerjasama yang baik antara kedua belah pihak demi terwujudnya ketertiban dan keamanan bersama dalam menjaga kedaulatan dan pertahanan negara di wilayah perbatasan kedua negara (Republik Indonesia dan PNG),” ungkap Mayor Inf Ari Iswoyo Timor, Wadan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 407/Padmakusuma.
Saat itu Wadan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 407/Padmakusuma didampingi Pa Bintal Satgas Lettu Cba Tri Rusman Prasetyo, S. Sos, Dantonkes Satgas Letda Ckm Maksun, Amd. Kep dan Pasiter Satgas Letda Inf Riki Marten. Turut hadir pula 10 anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 407/Padmakusuma Pos Kout Sota.
“Pertemuan ini menyepakati 2 (dua) hal; Pertama, apabila ada WNI (Warga Negara Indonesia) maupun warga negara PNG sebagai pelintas batas tanpa dilengkapi dokumen resmi (imigran illegal), maka tidak diijinkan untuk masuk ke wilayah negara tujuan, jadi harus segera kembali ke negaranya untuk melengkapi dokumen yang diperlukan. Kedua, dalam waktu dekat akan direncanakan patroli bersama untuk pengecekan patok-patok perbatasan kedua negara,” tutur Mayor Ari.
Komandan Pos Weam Sgt. Aisi Jemmy, lanjut Mayor Ari, sangat senang dan terkesan atas sambutan anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 407/PK, bahkan tentara PNG berkesempatan menikmati hidangan makan siang dan minuman Ransum TNI (FD-3) di perbatasan RI-PNG.
“I want to bring it for my commander,” ungkap Jeremy seorang prajurit PNG kepada Letda Inf Riki Marten, Pasiter Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 407/Padmakusuma selanjutnya, merekapun dibawakan beberapa Ransum TNI tersebut untuk oleh-oleh Komandannya.
Dalam kesempatan tersebut terlihat juga Sgt. Aisi Jemmy mengeluarkan beberapa kaleng kornet dan sardine dari tasnya, ia pun berbagi dengan prajurit TNI yang bertugas di perbatasan kedua negara ini.
Pertemuan tersebut penuh tawa dan canda walaupun dalam bahasa yang terbata-bata terkadang tercampur-campur antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
Pertemuan tersebut berakhir pukul 11.45 WIT, para prajurit PNG kembali menuju ke tempat tugasnya di Weam, PNG. Komandan Pos Weam, Sgt. Aisi Jemmy dan prajuritnya berjabat tangan dengan para prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 407/Padmakusumadan pada akhir pertemuan tersebut mereka melambaikan tangannya sambil berkata “thank you verry much and God Bless You”.





