
ACEH – Bencana, tak ada yang menginginkan dan tak ada pula yang meminta. Namun kalau sudah terjadi, siapa saja terkena dampaknya. Termasuk anak-anak Aceh, terutama anak-anak di Pidie Jaya, suka atau tidak suka dia harus ikut orang tua kemana pun pergi menyelamatkan diri. Akhirnya terdampar di tenda pengungsi.
Bencana bagi anak-anak termasuk suatu yang tidak mengenakkan, keceriaannya yang selalu lekat dalam setiap geraknya, bisa hilang mendadak karena trauma. Termasuk ketika tinggal di pengungsian, dengan serba kurangan. Hal itu akan menambah buruk keadaan.
Tapi bagi anak-anak pengungsi di Pidie Jaya kesan buruk di pengungsian itu tidak lagi dirasakan. Hal itu karena mereka mengikuti “Kemah Ceria Anak Indonesia Cerdas Bencana (KC-AICB)”.
Seperti diakui Raisatul Hanina, 9 tahun yang masih duduk di kelas 4 SD ini. Ia mengikuti acara yang digelar Dongeng Ceria Management (DCM) berkerjasama dengan Gerak Bareng Community.

“Acaranya menyenangkan, bisa kumpul bareng temen dan bisa belajar mandiri. Banyak materi yang diberikan kakak-kakak tentang kesehatan terus memandikan jenazah dan ada dongengnya juga,” ungkap Raisatul bercerita kepada KBK tentang jalannya acara itu.
Sementara itu, Kak Iman Surahman dari DCM yang menggagas acara ini bersama teman-teman Gerak Bareng kepada KBK, Senin (2/1/2017) mengungkapkan, bersama Anak Anak Korban Gempa Aceh Pidie, DCM mengubah tenda pengungsian menjadi Bumi Perkemahan, sebuah program edukasi bagi anak anak korban bencana, agar mereka dapat mengambil hikmah dan menyerap ilmu dari semua kejadian yang ada.
Kali ini, kata Kak Iman, kemah ceria AICB ini dilaksanakan dari 31 Desember 2016 hingga 1 Januari 2017 bertempat di Posko Pengungsian Masjid Kabupaten Pidie Jaya. Halaman Selanjutnya
Selama berkemah anak-anak diajarkan materi tentang Bencana Alam & Relawan Cilik, Kuat & Tabah menghadapi musibah, Perawatan Jenazah, Thaharoh & Praktek Sholat, Sholat Berjamaah, sholat Sunat & Qiyamul Lail, Berkarya dengan Bahan Bekas, Dongeng Penuh Makna, Energizing & Ice Breaking serta Fun Game & Outbound Ceria.
“Mereka semua senang dan bahagia meski mereka sedang tertimpa bencana, anak-anak dapat mengambil hikmahnya,” kesan Kak Iman terhadap penyelenggaraan kemah ceria tersebut.









