Ketinggian Air Bengawan Solo di Jatim Surut, Tapi Masih Siaga Banjir

Relokasi bengawan solo
Sungai Bengawan Solo/ Tempo.co

BOJONEGORO – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan ketinggian air Bengawan Solo di hilir Jawa Timur, berangsur-angsur surut, namun statusnya masih masuk siaga banjir.

Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo mengatakan, “Ketinggian air Bengawan Solo di hilir Jawa Timur, berangsur-angsur surut sejak sehari lalu,” katanya di Bojonegoro, Rabu (12/10/2016).

Ia menjelaskan ketinggian air di Ndungus, Ngawi, yang semula sempat mencapai 8,00 meter (siaga II), surut di bawah siaga banjir menjadi 4,10 meter.

Ketinggian air di Bojonegoro juga surut menjadi 13,44 meter (siaga I), Rabu pukul 06.00 WIB.

“Ketinggian air di Babat, Lamongan, juga surut menjadi 7,81 meter (siaga hijau), yang semula 7,82 meter,” jelasnya, kepada Antara.

Namun, menurut dia, ketinggian air di Plangwot/Karanggeneng, Lamongan masih naik dengan ketinggian mencapai 5,60 meter (siaga merah). Begitu pula di Karanggeneng, dan Kuro, keduanya di Lamongan, masing-masing 4,20 meter (siaga kuning) dan 1,97 meter (siaga hijau).

“Air di hilir Jawa Timur, kemungkinan akan turun, sebab air di hulu sudah surut,” ujarnya.

Data yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan luapan Bengawan Solo yang terjadi sehari lalu hingga masuk siaga II telah merendam 22 desa di sejumlah kecamatan, antara lain, Kecamatan Malo, Kota, Kanor dan Baureno.

Diketahui banjir telah merendam tanaman padi seluas 685 hektare, tanaman jagung 50 hektare dan tanaman tembakau 12 hektare.

Bupati Bojonegoro Suyoto, sebelumnya, mengimbau warganya meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi bencana banjir Bengawan Solo, banjir bandang, juga tanah longsor selama Oktober, November dan Desember.

Dalam kurun waktu tiga bulan itu, kata dia, di daerahnya akan terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang berpeluang menimbulkan bencana banjir Bengawan Solo, banjir bandang dan tanah longsor.

Bahkan, lanjut dia, sesuai prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di sejumlah titik daerahnya akan terjadi hujan yang sangat lebat dalam kurun waktu November-Desember.

“Kami minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, sebab tidak sepenuhnya alam bisa dikendalikan,” katanya menegaskan.

Advertisement