Khawatir Diterjang Banjir Bandang, Ratusan Warga Jember Mengungsi

ilustrasi Banjir bandang Pasuruan/ Twitter Sutopo_BNPB

JEMBER – Sekitar 100 warga tiga desa di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengungsi ke sejumlah fasilitas umum dan rumah sanak saudaranya untuk mengantisipasi terjadinya banjir bandang

Hal tersebut dilakukan karena debit air Sungai Kaliputih di desa setempat sudah mencapai 3 meter yang disertai lumpur pada Kamis (24/1/2019) malam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo pada Jumat (25/1/2019), jika hujan deras yang mengguyur pada Kamis (24/1/2019) pukul 14.00 WIB hingga 19.30 WIB mengakibatkan debit air Sungai Kaliputih meningkat hingga Ketinggian 3 meter, kemudian kondisi air bercampur lumpur pekat tiba tiba datang hampir memenuhi jembatan Gaplek Barat yang membuat warga panik dan berhamburan menyelamatkan diri pada pukul 21.30 WIB.

“Warga yang menjadi korban banjir bandang pada tahun 2006 masih trauma dengan kondisi naiknya debit air sungai, sehingga mereka tetap bertahan di pengungsian dan mereka kembali ke rumahnya masing-masing pada Jumat pagi,” katanya.

Berdasarkan data BPBD Jember tercatat sebanyak 75 santri diungsikan ke Pondok Gus Misbeh di Desa Kemiri, Kecamatan Panti, kemudian sebanyak 30 kepala keluarga di perumahan relokasi Gentong mengamankan diri di daerah yang lebih aman yaitu di belakang Pabrik Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP).

“Warga juga ada yang mengungsi di Masjid Al-Hidayah Gentong, Mushala As Sa’adah, dan Balai Desa Kemiri karena mereka masih trauma dengan banjir bandang Panti tahun 2006 yang menelan korban jiwa lebih dari 100 orang, sehingga kami juga memaklumi kondisi mereka,” tuturnya, dihimpun Antara.

BPBD Jember, lanjut dia, langsung mendistribusikan bantuan berupa makanan instan, matras, selimut dan air mineral kepada warga di sejumlah pengungsian, agar mereka tetap bisa merasa nyaman.

 

Advertisement