Kim Jong-un Tampak Kurus

Di Korea Utara yang serba tertutup, Presiden Kim Jong-un yang tampak kurus di tayangan TV atau foto (kanan foto terkini) jadi bahan gunjingan terkait kesehatannya.

GOSIP atau pergunjingan tentang Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un  seolah tak ada habisnya, pemunculan  atau ketidakhadirannya  di depan publik dan kini tentang tubuhnya yang tampak kurus di tayangan video, TV atau foto-foto memicu pro-kontra dan  polemik.

Sosok pemimpin bertangan besi berusia 38 tahun itu, seperti diungkapkan harian Inggeris, the Sun dalam laporannya (26/8), sudah kehilangan bobot tubuhnya sekitar 20 Kg pada Juli lalu.

Di tengah ancaman kelaparan di negeri berpenduduk sekitar 24 juta itu akibat musim kemarau lalu, muncul sejumlah spekulasi terkait Presiden Kim yang kesehatannya selama ini memang bermasalah termasuk akibat kebiasaannya sebagai perokok berat.

Rumor makin kencang terkait isu adanya penugasan pada sejumlah “orang-orangnya” untuk mencari pengganti Kim jika sewaktu-waktu harus meninggalkan gelanggang politik akibat masalah kesehatannya.

Jo Yong-won, seorang pejabat senior Partai Buruh yang baru-baru ini diangkat menjadi  wakil pemimpin satu-satunya partai di negeri itu disebut-sebut sebagai sosok misterius “king maker” guna menyiapkan penganti Kim.

Hal itu diulas oleh pemerhati kepemimpinan Korut, Michael Madden yang mengira-ngira, rezim pemerintahan Kim sedang melakukan antisipasi terkait potensi transisi pimpinan tertinggi Korut jika karena satu dan lain hal, Kim tak mampu memimpin atau meninggal.

Madden mencontohkan langkah serupa yang dilakukan ayah Kim, Kim Jong-Il saat mengalami serangan iskemik transien (Transien Ischaemic Attack -TIA) atau stroke ringan menjelang akhir hayatnya  pada 2007.

Di Korut sendiri terkait kesehatan sang pemimpin tertinggi Korut itu dilarang untuk digunjingkan dan pemberitaanya diawasi ketat, namun tampilan Kim yang tampak kurus dibandingkan tahun-tahun tak pelak lagi  memicu banyak pertanyaan.

25 Aturan di Korut

Ada 25 aturan yang tidak didapati di negeri lain, seperti larangan meniru potongan rambut Kim, keharusan mengikuti hanya beberapa macam model potongan rambut yang ditentukan bagi pria atau wanita, kewajiban menyelamatkan foto Kim terlebih dulu jika terjadi kebakaran di rumah dan lainnya diberlakukan di Korut.

Larangan lain yang unik seperti kepemilikan alkitab, minum coca cola, melakukan hubungan telpon int’l, menenggak miras dan tersenyum pada Hari Berkabung Nasional  8 Juli, tidur saat rapat dan melipat koran (karena sering ada foto-foto pejabat tinggi).

Dua klip terbaru yang ditayangkan saluran TV utama negara itu, Korea Central Television (KCT)  dianggap sebagai penyebab munculnya kecemasan tentang kondisi kesehatan Kim Jong-un.

Klip pertama menayangkan postur Kim saat menghadiri konser yang menunjukkan berat badannya turun drastis, lalu klip lain  memuat komentar seorang warga Pyongyang yang tidak disebutkan namanya terkait penampilan Kim.

“Kami semua sedih menyasikannya (Kim yang kurus). Semua orang akan menangis, “ tuturnya kepada KCT. Sementara rekaman dan foto-foto pada acara pertemuan Partai Buruh selama Agustus ini juga mengindikasikan susutnya berat badan Kim.

Sementara situs berita NK News dalam analisisnya menunjukkan tali jam tangan mahal milik Kim yang tampak terikat lebih erat ketimbang yang tampak acara-acara sebelumnya sehingga mengindikasikan berat badannya menurun.

Sebaliknya, Gil Seob, pimpinan situs web One Korea Centre yang mengkhususkan diri pada persoalan Korut mengatakan pada BBC, rezim Pyongyang tidak bakalan membiarkan isu negatif seputar Kim dipublikasikan.

“Artinya, rekaman itu ditayangkan justru untuk menunjukkan bahwa Presiden Kim sengaja menurunkan berat badannya karena komitmen pada rakyatnya, “.

Menurut catatan, saat mengambil alih kepemimpinan Korut sepeningal ayahnya, Kim Jong-il, pada Desember 2011 bobot badannya terus naik selama satu dekade kekuasaannya.

Kim Jong-un adalah generasi ketiga dinasti Kim yang menjalankan negara komunis Korut sejak 1948 sebagai sistem kepemimpinan turun-temurun warisan “tokoh mulia Gunung Paektu” – gunung suci di wilayah utara, tempat pendiri negara Kim Il-sung yang dianggap i basis perang gerilya melawan kolonialisme Jepang.

Entah apa yang terjadi di Korut yang serba tertutup, kecuali sosok Kim Jong-un yang selalu mengundang keingintahuan banyak orang (AP/AFP/Reuters/ns)

 

Advertisement