
JAKARTA (KBK) – Peduli dengan kasus perdagangan manusia yang kian marak di Tanah Air, The Body Shop produsen sabun dan shampo kampanyekan anti human trafficking.
Kampanye yang telah ia suarakan sejak beberapa tahun lalu diakui Rika Anggraini GM Of Corporate Communication The Body Shop Indonesia tidak mudah.
Rika berkisah guna menyukseskan petisi anti perdagangan manusia ia mesti menggerakan seluruh karyawannya dari tingkat bawah hingga pusat untuk turun ke jalan. Selain itu Rika juga mengatakan kampanye tersebut juga dilakukan kepada keluarga karyawan.
“Sambil berjualan kami juga selipkan kampanye dan sosialisasi anti perdagangan manusia. Kami tidak hanya berjualan,” kata Rika dalam acara Charity Seminar On Marketing The Art of Successful Cause Related Marketing Dompet Dhuafa di Jakarta (26/4/2017).
Rika berujar ia mesti mengambil tindakan tersebut supaya petisi anti perdagangan manusia bisa sampai di Kementerian Pendayagunaan Perempuan. Rika mencatat hingga tahun 2016 masih ada 210 ribu korban perdagangan manusia di seluruh dunia.
“Alhamdulilah akhirnya pada waktu itu petisi kami tembus dan pada 26 Juni 2012 Presiden menandatangani UU Perdagangan Manusia,” ucap Rika.
Dari petisi dan sejumlah uang yang berhasil dikumpulkan Rika berhasil membantu 120 anak korban perdagangan manusia. Selain itu sejak 2 tahun terakhir Rika juga melakukan advokasi kepada korban perdagangan manusia.
“Dan saat ini selain perdagangan manusia kami juga menyelipkan kampanye pengendalian kantong plastik supaya lingkungan kita tetap bersih dan sehat,” ucap Rika.




