Kisah Dua Anak Terlantar yang Tutup Mulut, Ada yang Mengenalnya?

JAKARTA – Air mata bocah laki-laki itu meleleh. Sambil memegang tangan adiknya yang masih berusia 3 tahun, ia berdiri di pinggir jalan Lumba-Lumba, Nunukan, Kalimantan Timur. Tangisan bocah itu makin tersedu ketika Sumi, warga setempat mendekati keduanya.

Saat ditemui Sumi pada pukul 9 pagi hari selasa lalu, kedua bocah itu tampak kebingungan. Mereka hanya mondar mandir sambil mengusap air mata, di sakunya tersimpan uang pecahn seribu rupiah.

“Saya tanya kenapa nangis? Yang laki-laki menjawab lapar,” ujar Sumi saat mengantarkan kedua bocah tersebut ke Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tunon Taka, Kecamatan Nunukan.

Sumi lalu membelikan keduanya kue dan minuman. Setelah diberikan, keduanya hanya diam saat ditanyai.

“Sampai pakai bahasa daerah saya tanya. Mana tahu tidak mengerti Bahasa Indonesia. Tetap juga diam saja,” katanya.

Sebelum diserahkan ke kepolisian, Sumi sempat menemui warga di sekitar Jalan Lumba- Lumba mulai dari lorong satu hingga empat, untuk menanyakan, apakah mereka mengenal kedua anak itu? Namun tidak ada seorangpun yang mengenalnya. Sumi juga sudah mencoba mengumumkan dua anak terlantar itu melalui rumah ibadah hingga mempostingnya di media sosial, namun belum ada yang mengaku mengenal.

“Anak yang perempuan pakai anting emas, takut nanti ada apa-apanya. Akhirnya saya menyerahkan kepada Polisi,” ujarnya.

Aksi tutup mulut pun masih dilakukan keduanya kepada Polisi.

“Tidak ada yang mau bicara. Cuma bilang lapar saja. Langsung kami belikan makanan, kami suapi,” ujar Bripda Nur Hidaya, anggota Polisi wanita yang merawat keduanya.

Sudah kenyang setelah makan dan minum pemberian Polisi, keduanya masih tak mau berbicara. Bila ditanya mereka hanya mengangguk atau melihat pena yang dibawa polisi. Belakangan setelah Nur Hidaya mengajak menonton, bermain game dan memandikan keduanya, barulah mereka mulai membuka mulut.

“Akhirnya setelah mandi mereka mau kasih tahu namanya. Si kakak yang laki-laki namanya Nidan, adiknya Nani. Nanti kami tanya pelan-pelan masalah lainnya,” ujarnya.

Kapolsek KSKP Tunon Taka, Kecamatan Nunukan, AKP Ibrahim Eka Berlin seperti dilansir Tribun (14/2) mengatakan, pihaknya akan mengurus kedua anak tersebut, sampai diperoleh kejelasan mengenai orangtua dan asal usulnya.

“Kami titipkan ke asrama Polwan. Kami akan urus sampai orang tuanya ke sini,”katanya.

Advertisement