Kisah Hidup Purwati yang Berdagang Kopi Keliling Hingga Anak Bisa ke Kanada

kanada
Mensos saat memberikan bantuan sepeda ke pada Purwati dan paket pendidikan ke anak bungsunya

JAKARTA (KBK) – Terik matahari tak dihiraukan Purwati. Wanita berusia 46 tahun itu hanya fokus mengkayuh sepeda. Di keranjang bagian depan nampak puluhan saset kopi dan minuman dingin dalam kemasan plastik siap seduh. Di belakang membonceng tremos air panas dan yang berisi es batu.

Selama menggowes mulut Purwati tak henti-henti meneriakan ‘kopi’ ‘kopi’ dan ‘kopi’. Di bekapan udara Ibu Kota yang lembab Purwati apik menyusuri jalan dari RSPAD Gatot Subroto, Proyek Pasar Senen hingga seputaran Kwitang Jakarta.

“Perhari paling banyak saya dapat Rp 50 ribu, dipotong Rp 20 ribu untuk modal besok dan sisanya baru buat makan,” ungkap Purwati yang mulai berjualan dari jam 10 pagi hingga pukul 4 sore.

Di Jakarta Purwati tinggal di jalan Dahlia bilangan Senen Jakarta Pusat. Itu pun Purwati tidur di bangunan yang bentuknya bukan rumah. Bersama ketiga anaknya Purwati hanya bisa merebahkan tubuh di bangunan bekas pos berukuran 1,5 X 2,5 meter yang berdiri di atas got saluran air. Bila salah langkah dipastikan ia bisa tercebur.

Sudah tak terhitung berapa kali ia merugi dari usaha kopi kelilingnya. Namun Purwati tak mudah patah arang, ia kembali bangkit untuk berjualan demi menafkahi sang buah hati.

“Sudah nggak kehitung berapa kali saya bangkrut. Bangkrut, diam, usaha lagi, begitu saja terus,” ucap janda yang ditinggal suaminya mangkat akibat insiden kecelakan beberapa tahun silam itu.

Kendati hidup serba sulit kasih sayang Purwati ke semua anaknya yang berjumlah 5 orang tak pernah pudar. Dua anak Purwati yakni David Kurniawan dan Monic tinggal di sebuah yayasan anak di Jogjakarta.

Pada minggu lalu Purwati tak menyangka bahwa Monic anak ke limanya akan berangkat ke Kanada. Dengan pengetahuan yang terbatas ia tak tahu letak Kanada. Bahwa ia kerap menyebut Kanada dengan mengucap Cendana.

Monic lulus seleksi untuk berangkat ke Kanada setelah mengirimkan artikel tentang Mengakhiri Kekerasan Anak. Monic berhak mendapat undangan pertemuan The WHO 8th Milestone of Global Campaign for Violence Prevention, di Ottawa, Kanada pada 19-20 Oktober 2017.

Setelah kabar tersebut viral di media sosial, Purwati pun bak artis ibu kota. Bahkan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan sejumlah Lembaga Kemanusiaan memberi apresiasi dan bantuan kepada Purwati.

Purwati berharap semoga bantuan dan suport yang diberikan pemerintah dan elemen masyarakat dapat memudahkan Monic untuk menggapai cita-citanya.

“Meski saya tidak sekolah tetapi anak saya harus berpendidikan. Anak yang sekolah itu adalah anak yang bisa menggapai cita-cita,” Harap Purwati.

Advertisement