Kisah Nenek 90 Tahun, Dagang Pakaian Bekas Hingga Tidur di Bawah JPO

JAKARTA – Pagi itu Haniti (90) duduk seorang diri. Jemarinya yang buyutan termakan usia aktif merapihkan pakaian bekas yang ia jajakan di bawah JPO, pinggir Pasar Beringharjo, Yogyakarta.

Haniti mengaku sudah dua tahun berjualan pakaian bekas, usianya yang kian senja mmebuatnya lebih nyaman berjualan di luar pasar. Setiap hari Haniti hanya mengandalkan karpet usang yang telah sobek sebagai alas berjualan. Tak ada suara yang dikeluarkan untuk menarik pembeli.

Dengan suara yang pelan, Haniti mengaku tinggal di Kotagede. Namun, belakangan ia mengaku jarang pulang dan lebih memilih tidur di bawah JPO beralaskan pakaian bekas yang ia jajakan.Hebatnya Haniti tidak pernah merasa takut.

“saya jarang pulang, pulangnya tidak pasti. Tidurnya ya di sini,” ujar Haniti lirih.

Di rumahnya di Kotagede, Haniti mengaku tinggal bersama anak dan kedua cucunya. Sementara suaminya, sudah lama meninggal.

Untuk keperluan mandi dan ibadah Haniti memanfaatkan fasilitas masjid dekat pasar.

“Kalau makan, biasanya saya dikasih sama orang-orang yang jualan di sekitar sini,” katanya.

Hanya berteman sepi, ia setiap hari meniti waktu, duduk seorang diri menantikan pembeli yang berkenan mampir untuk membeli pakaian bekas.

Advertisement