Kisah Penerima Manfaat DD yang Hampir Jual Ginjal untuk Bayar Utang

JAKARTA – Ernawati (34) atau akrab disapa Erna, merupakan orang tua dari Teguh Rahayu Slamet (13), dan Akhmad Sabiq Habibie (5). Dua tahun sudah sejak ia berpisah dengan suami, Erna harus membanting tulang demi menghidupi keluarga.

Dulu, warga Kedunguter, Karangtengah, Demak ini adalah orang berada. Namun karena ketidakjujuran suami, Erna memilih cerai dan tinggal bersama orang tua. Seminggu lalu, Erna berhenti berjualan karena kehabisan modal usaha. Di sisi lain Erna juga telah terlilit hutan rentenir hingga Rp 2,5 juta ditambah bunga 10% per minggu dari pokok pinjaman. Tak hanya itu, ia juga memiliki hutang di bank, yang setiap pekannya ia harus membayar Rp 100 ribu.

Guna menyambung hidup akhirnya Erna memutuskan untuk bekerja di Pelabuhan Tanjungmas dengan upah Rp 50 ribu per hari. Dengan kondisi yang sangat terhimpit, Erna sempat ingin menjual ginjalnya ke RS Kariadi, Semarang. Beruntung, di sana Erna bertemu Qadarullah dan merekomendasikan bantuan melalui Dompet Dhuafa.

Erna bukanlah perempuan yang sempurna, kondisi fisik (kaki) yang cacat mengharuskan Erna berjalan pincang. Semasa kecil, ia pernah terjatuh dari tangga dan mengakibatkan patah tulang pada kaki sebelah kirinya. Sehingga ada beberapa bagian tulang yang harus dipotong oleh dokter.

“Kalau saya boleh pilih, saya mending jualan lagi (rujak, es dan sosis) dari pada saya bekerja di Pelabuhan uang saya habis cuma buat bayar bunga di rentenir,” ujar Erna.

Selang seminggu setelah melalui proses survey, Selasa (18/9), Dompet Dhuafa Jawa Tengah, kembali mendatangi rumah Erna untuk mentasyarufkan modal usaha. Sehingga keinginannya berjualan dapat terlaksana kembali secepatnya.

Advertisement