Kisah Sepatu Mangap Milik Juhdi

Juhdi si pemilik sepatu mangap yang jadi viral/ Jawa Pos

CIANJUR – Juhdi seorang siswa kelas VI SD Negeri Sindanglaya, Kecamatan Cipanas yang berusia 13 tahun menjadi viral di media sosial Facebook karena gurunya mengunggah foto dirinya menggunakan sepatu yang sudah mangap.

Usut punya usut, kehidupan Juhdi bersama keluarga termasuk keluarga yang kurang mampu, padahal tempat tinggalnya hanyalah berjarak tujuh kilometer dari Istana Cipanas. Tapi masalah luas rumahnya, jangan dikira, sangat jauh dengan Istana Cipanas yang megah dan luas.

Ia dan keluarganya, sang ayah, Ali (35), nenek Eha (50) dan beberapa anggota keluarga lainnya tinggal di rumah yang sangat sederhana dan sempit. Juhdi pun harus  menempuh perjalanan sekitar 2 kilometer dari rumah menuju sekolah. Jarak itu setiap hari ditempuh dengan berjalan kaki dengan memakan waktu sekitar 30 menit.

Ayahnya, Ali hanyalah seorang kuli serabutan yang sering menggarap lahan orang. Setiap hari Ali berjibaku peras keringat membanting tulang menjadi kuli tani dan kebun. Penghasilan  yang tidak tetap, terpaksa dicukupkan untuk kebutuhan rumah dan sekolah anak-anaknya.

Bahkan Juhdi, seringkali membantu menambah penghasilan ayahnya dengan ikut menjadi kuli sayuran saat musim panen. Jika tiba musim panen wortel misalnya, sisa-sisa panen seringkali ia kumpulkan lalu dijual ke juragan sayur. Tidak banyak yang bisa ia kumpulkan. Sekantong wortel hasil keringatnya rata-rata hanya dibayar Rp2.500.

Kini setelah kisah sepatu mangapnya menjadi viral, banyak bantuan yang mengalir padanya. Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Cianjur pun berniat untuk memberikan sepatu. Yang terbaru, Polres Cianjur sudah memastikan akan membangun rumah Juhdi yang diisi oleh enam orang anggota keluarga.

Dikyasa Satlantas Polres Cianjur mengungkapkan renovasi  rumah Juhdi dan keluarga, “Rencananya begitu. Tapi, belum jelas kapan bisa dilaksanakannya. Doakan saja mudah-mudahan rencana ini bisa berjalan lancar,” kata anggota Dikyasa Satlantas Polres Cianjur, Aipda Ijang Purnama Bakti, mengutip Jawapos,  Senin (13/3/2017).

 

Advertisement