Klarifikasi dari Pihak “Auliya”, Karateka yang Dipaksa Lepas Jilbab

Auliya / Facebook

MAGETAN—Beberapa hari belakangan masyarakat diramaikan dengan curhatan seorang pendamping siswi SMP IT Harapan Ummat Ngawi bernama Auliya. Ia mengaku siswinya terpaksa mundur dari pertandingan karate karena harus melepas jilbabnya.

Info ini menjadi viral dan memicu kontroversi, ada yang bersimpati, ada pula yang justru menyerang balik karena dianggap tidak paham aturan pertandingan karate. Menanggapi kontroversi yang semakin melebar, pihak sekolah akhirnya memberikan klarifikasi.

Klarifikasi tersebar di sejumlah aplikasi pesan instan seperti WA, juga situs jejaring media sosial lainnya.
Saya mau sedikit cerita ttg latar belakang Posting an tentang Auliya.

Hal ini harus saya lakukan agar tidak ada lagi prasangka. Sejauh ini belum ada secara resmi panitia melakukan klarifikasi atas postingan tersebut ke kami. Bahkan hingga polres Magetan menjawab pertanyaan dari masyarakat tanpa mengklarifikasi kejadian tsb kepada kami. 

Dalam kejuaraan karate di Magetan kami mengirim beberapa tim untuk bertanding kategori Kata dan kumite. Tim didampingi oleh official mas Reza, mas Ozan sebagai pelatih dan mas Janan Cari di sebagai ustadz pendamping. Yang disebut terakhir inilah yang mencurahkan perasaan hatinya – bukan reportase – di facebook atas kejadian yang menimpa ananda Auliya.

Janan Farisi adalah penanggung jawab asrama di pondok tahfidzul qur’an dan SMPIT Harapan Umat Ngawi. Yg bertanggung jawab langsung dalam pendidikan akhlak dan karakter anak asuh kami.  Sekaligus beliau ustadz tahfidzul qur’an yang membimbing anak2 menghafal al qur’an.

Hal2 yg ingin kami klarifikasikan adalah sebagai berikut :

1. Dalam pertandingan tsb memang ada aturan, peserta yg berjilbab harus menggunakan jilbab standar wkf. Ini sudah diprotes oleh official kami. Karena menurut pandangan kami jilbab standart wkf belum sesuai standart syariat menutup aurat. Ada beberapa bagian yg tubuh harusnya tertutup masih nampak. Menurut official kami jilbab standart wkf masih memperlihatkan leher, tengkuk dan telinga.
Sejak awal kami sudah protes sehingga terjadi perdebatan yg cukup alot. Akhirnya kami diperbolehkan ikut pertandingan dg  menggunakan jilbab ninja (bagian bawah jilbab dimasukkan baju) yang sudah menutup aurat. Jika sejak awal kami tidak diijinkan memakai jilbab standart syar’i tentu kami sudah mundur sejak awal.

2. Pada hari Kamis 22 Desember pertandingan kategori kata berjalan lancar, bahkan anak2 kami meraih gelar juara 2. Besoknya utk kategori Kumite kita mengirim 3 peserta laki2 dan 3 peserta perempuan. Lancar sampai pertandingan 2 anak perempuan kami. Tiba giliran Auliya, juri mempermasalahkan jilbab yg dipakai Auliya. Padahal jilbab yang dipakai Auliya  sama persis dengan yg dipakai oleh 2 orang temannya.

3. Juri memberi kesempatan kepada Auliya untuk mengganti jilbabnya dengan jilbab standart wkf. Waktu yg diberikan hanya 1 menit. Pada saat itulah semua peserta perempuan yg akan bertanding dan memakai jilbab langsung melepas jilbabnya dilokasi. Kecuali Auliya. Dia menolak dengan alasan: a). Waktu 1 menit tdk cukup utk mengganti jilbab di ruang ganti. Tidak mungkin Auliya mengganti jilbab yg berarti melepas jilbab di hadapan puluhan pasang mata yg bukan muhrimnya. b). Jilbab standart wkf itu bukan jilbab karena masih menampakkan leher, telinganya dan tengkuk. Maka Auliya memutuskan untuk mengundurkan diri dari pertandingan dengan alasan dia tdk mau membuka auratnya.

4. Kejadian ini menimbulkan rasa bangga dan simpati mas Janan sekaligus prihatin atas perlakuan diskriminasi yg dialami oleh Auliya. Hal itulah yang melatarbelakangi curhatan beliau di facebook.

5.  Banyak pihak ternyata memberikan perhatian atas curhatan tersebut. Ada yang mendukung ada yg apatis, mencela bahkan menuduh berbohong.

6. Mestinya kalau memang sejak awal tdk diperkenankan menggunakan jilbab syar’i, jangan ada toleransi. Sehingga kami bisa mundur sejak awal. Tapi karena ketidak konsistenan keputusan, seolah2 Auliya jadi korban diskriminasi

Wallahu a’lam bis showwab

Terimakasih kpd semua pihak ketika membaca postingan mas Janan Farisi kemudian melakukan klarifikasi kepada kami. Terima kasih juga kepada mas Azzam Mujahid izzulhaq jauh2 dr Jakarta akan datang ke kami untuk klarifikasi.

 

Advertisement