Kolaborasi Dompet Dhuafa dan IDI Gelar Program Cuti Bersama di Wilayah Terpencil NTT

KUPANG – Program Cuti Bersama dihelat Dompet Dhuafa bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI)  dalam rangka peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia sekaligus Milad ke-30 Tahun Dompet Dhuafa.

Kegiatan seperti khitanan massal dan layanan kesehatan gratis menjadi rangkaian dari program yang dilaksanakan di lima wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) ini.

Dilansir dompetdhuafa.org, para dokter dari berbagai daerah tampak antusias menjalankan tugas relawan di tengah masyarakat Kupang dan TTS. Setelah mendarat sempurna di titik kumpul, yaitu Bandara Internasional El Tari Kupang pada Kamis (6/7/2023), para dokter relawan langsung bergegas menyiapkan aksi yang dibantu juga oleh Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) NTT.

Selain itu, sambutan masyarakat setempat begitu hangat. Melalui Program Cuti Berbagi ini, lebih dari 200 penerima manfaat yang terdiri dari anak-anak dan dewasa mualaf berhasil mendapatkan layanan sunat gratis. Selain itu, ada pula 250 keluarga duafa yang menjadi penerima manfaat dari aksi layanan kesehatan berupa pengobatan gratis.

Turut hadir dalam pembukaan Program Cuti Berbagi pada Kamis (6/7/2023) di halaman Masjid Nurul Qomar Taehue, yaitu perwakilan IDI Wilayah NTT, Ketua IDI Cabang Kupang, Dompet Dhuafa Kupang, juga Kepala Kelurahan Nunhila beserta warga sekitar.

Dalam sambutannya, Eben Hajer Kanajara selaku Kepala Kelurahan Nunhila menyampaikan apresiasi mendalam kepada Dompet Dhuafa serta pihak-pihak yang terlibat dalam Program Cuti Berbagi di NTT.

“Sepanjang pemerintahan saya, sudah dua kali DD Klinik mengadakan kegiatan layanan khitan gratis untuk masyarakat. Tentu saja, hal ini sangat membantu masyarakat kami yang membutuhkan layanan, namun tidak mampu mengaksesnya. Hal yang paling penting adalah layanan yang diberikan Dompet Dhuafa ini telah mampu menghilangkan sekat-sekat yang ada dalam masyarakat,” kata Eben.

Perwakilan Pengurus Besar IDI Pusat, dr Moh Fachrurrozy Basalamah juga turut menyampaikan bahwa program ini adalah bentuk pendekatan pelayanan kepada masyarakat.

“Mengambil momen libur sekolah agar para dokter langsung bersentuhan dengan masyarakat sebagai rasa kepedulian, kedekatan sampai ke pelosok,” ungkap Sekretaris Bidang Puskrikes dan Pengmas PB IDI tersebut.

Sementara itu, di lain kesempatan, Etika Setiawanti selaku Direktur Mobilisasi dan Sumber Daya Dompet Dhuafa menjelaskan bahwa Program Cuti Berbagi ini khusus dibuka untuk para relawan dokter dari seluruh Indonesia. Jadi selain sebagai liburan, cuti mereka juga dapat lebih bermanfaat. Apalagi biaya yang mereka bayarkan juga bernilai wakaf yang insyaallah pahalanya tidak akan terputus selama asetnya terus dimanfaatkan.

“Ikut Program Cuti Berbagi bagi dokter volunteer ini sekaligus telah berwakaf untuk pengadaan alat kesehatan untuk sunat bagi masyaralat duafa. Melalui program ini, Dompet Dhuafa mencari dokter-dokter untuk ikut berkolaborasi atas kepedulian terhadap kesahatan masyarakat duafa yang berada di kawasan-kawasan terpencil di Indonesia timur,” jelasnya.

Advertisement