Kolera, Tipus dan Malaria Jangkiti Korban Topan Idai di Mozambik

Kerusakan jalanan di Mozambik akibat topan Idai/ AP

MOZAMBIK – Badan-badan kemanusiaan telah meningkatkan peringatan tentang kebersihan dan kebutuhan air minum  setelah Topan Idai menyerang Mozambik tengah, seentara kasus kolera dilaporkan sudah menyebar di pelabuhan Beira porak poranda.

Peringatan tersebut datang pada Sabtu (23/3/2019),  ketika pemerintah Mozambik menguumkan  jumlah kematian yang meningkat menjadi  417 orang.

Henrietta Fore, kepala badan anak-anak PBB (UNICEF), mengatakan kepada kantor berita AFP di Beira bahwa air yang tergenang dan jenazah yang membusuk, serta kurangnya kebersihan dan sanitasi, telah menciptakan risiko wabah malaria dan kolera.

“Kami kehabisan waktu, ini pada titik kritis di sini,” kata Fore.

Federasi Palang Merah Internasional mengatakan  bahwa beberapa kasus kolera telah dilaporkan di Beira, bersama dengan meningkatnya jumlah infeksi malaria.

Diaz Simango, walikota Beira yang telah membantu membersihkan kota dengan mengendarai excavator, juga mengatakan kepada AFP bahwa kasus-kasus infeksi diare telah dilaporkan.

Sementara itu, empat kasus tipus dilaporkan pada hari Sabtu di distrik provinsi kecil Dombe, sekitar 280 km barat Beir.

Petugas kesehatan setempat Adelbert Da Silva mengatakan kepada Al Jazeera bahwa setelah pihak berwenang mengetahui wabah kolera di beberapa bagian negara itu, beberapa orang yang mengeluh sakit dirawat oleh tim medis sukarela bergerak yang ditempatkan di Provinsi Manica.

“Dam tertutup air setelah hujan lebat, dan tempat ini rawan banjir dan penyakit seperti kolera dan tipus,” kata Da Silva.

“Tapi sementara kita masih berusaha untuk berdamai dan berurusan dengan efek setelah topan mematikan ini, saya dapat meyakinkan Anda bahwa krisis lain wabah penyakit tidak akan memperburuk situasi yang sudah buruk.”

Advertisement