
SPEKULASI atau dugaan tentang susunan kabinet pada kepemimpinan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang menjadi trending topic media saat ini bakal berakhir saat diumumkan resmi pada H-5 atau lima hari sebelum pelantaikan kabinet baru, dijadwalkan 20 Oktober.
Dari kabar burung yang beredar, jumlah menteri dalam kabinet periode 2024 – 2029 membengkak dari 34 menjadi 44 a.l untuk mengakomodasi 12 parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju Plus (KIM Plus) dan mengakselerasi program-program unggulan pemerintahan mendatang.
Isu tersebut selain dilontarkan Politikus Partai Golkar sekaligus Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), juga oleh Mendag sekaligus Ketum PAN Zulkifli Hasan, sementara Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Djojohadikusumo memberikan klu, empat alumni SMA Taruna Nusantara bakal mengisi formasi kabinet.
Bahkan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku, pihaknya sudah mengetahui nama-nama kadernya yang akan masuk dalam kabinet pimpinan duet Prabwo-Gibran.
“Ketua umum sudah tahu dan ia sudah menyampaikan, siapa saja yang akan ditugaskan dalam kabinet,” ujar Agus di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/9).
Senada dengan Golkar, PKB memastikan telah menyetorkan usulan nama-nama kader untuk menjadi menteri pada pemerintahan Prabowo-Gibran lima tahun ke depan.
Menurut Wakil Ketua Umum PKB Cucun Ahmad Syamsurizal, Prabowo tidak hanya meminta usulan nama kepada PKB, tetapi juga kepada semua partai dalam rangka menjaring kandidat terbaik.
Bingung
Namun Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengaku bingung menanggapi berbagai nama bakal menteri yang muncul dan juga jumlah komposisi anggota kabinet, pasalnya, hingga saat ini belum ada keputusan final tentng hal itu.
“Ya justeru saya juga bingung, kita aja yang di dalam belum tahu. Yang beredar di luar kayak tadi ada yang ngomong ada 44 menteri, ,” ujar Dasco kepada wartawan (12/9).
Dasco mengungkapkan, pihaknya hingga kini masih melakukan simulasi soal jumlah kementerian, maupun nomenklatur yang akan digunakan ketika suatu pos kementerian dilebur atau dipisahkan.
Menurut dia, para ketua umum parpol Koalisi Indonesia Maju Plus (KIM Plus ) juga belum mengadakan pertemuan untuk membahas susunan menteri yang akan mendampingi Prabowo-Gibran. “Belum ada pertemuan-pertemuan khusus itu. Belum ada,” ujarnya.
Dasco mengatakan, keputusan untuk memilih menteri di kabinet 2024-2049 merupakan hak preogatif presiden terpilih Prabowo Subianto, namun, ia yakin Prabowo pada akhirnya akan berkomunikasi dengan semua ketua umum partai politik di KIM untuk mengisi kabinetnya.
“Pada saatnya nanti akan diberitahukan kepada teman-teman ketua umum parpol,” ujarnya
Dasco mengatakan, penyusunan kabinet Prabowo bakal rampung paling lambat H-5 sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih pada 20 Oktober 2024.
Selain nama-nama yang beredar di publik atau sosok “PD” yang sedang menanti panggilan telpon dari Presiden terpilih Prabowo, publik juga harap harap cemas , apakah para punggawa baru nanti amanah, pekerja keras dan bersih.




