Yerusalem-Kondisi kesehatan wartawan Palestina yang melakukan aksi mogok makan di penjara Israel kian hari semakin memburuk.
Dalam laporan Maan, Menteri Palestina urusan tahanan, Issa Qaraqe, kemarin (11/1) mengatakan bahwa Mohammed al-Qeq, 33 tahun, dalam kondisi kritis pada hari ke-48 aksi mogok makannya.
Sumber yang dekat dengan al-Qeq mengatakan dia diinterogasi untuk “hasutan jurnalistik” dan ketika dia menolak untuk bekerja sama, ia dimasukkan ke dalam penahanan administratif untuk jangka waktu enam bulan.
Menurut sumber, pasukan Israel menyiksa al-Qeq selama interogasi. Selama di penjara ia menjadi sasaran pemukulan, kurang tidur dan bentuk-bentuk pelecehan lainnya.
Wartawan tersebut ditangkap November 2015 lalu. Saat itu pasukan Israel meledakkan pintu depan rumahnya dan membawanya untuk diinterogasi
Setelah penangkapan dia tidak diizinkan untuk menghubungi keluarga ataupun pengacaranya.
Dia telah memprotes penahanan tanpa pengadilan atau dakwaan terhadap dirinya dengan melakukan aksi mogok makan.





